HeadlineSamarinda

5 Fakta Sindikat Pemalsuan Surat Vaksin dan PCR Palsu Terungkap di Bandara APT Pranoto Samarinda

Kaltimtoday.co, Samarinda – Tes swab PCR jadi salah satu syarat perjalanan udara yang wajib dimiliki penumpang di masa PPKM.

Swab PCR ini diwajibkan pemerintah untuk memastikan tidak ada penumpang yang terpapar Covid-19, sehingga tidak menularkan ke penumpang lain.

Baca juga:  E-Dabu, Aplikasi Solusi di Masa Pandemi Covid-19

Di tengah peraturan ketat itu, ada sejumlah oknum yang ingin mencari keuntungan. Mereka menjual surat swab PCR palsu ke calon penumpang. Caranya calon penumpang tidak di swab, tapi sudat PCR keluar, hasilnya dipastikan negatif.

Cara culas ini baru-baru kembali terungkap di Samarinda. Total ada 9 orang yang ditangkap. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke penjara.

Baca juga:  Anggota DPRD Bontang, Faisal FBR: Efek Vaksin Jauh dari Hoaks

Wakapolres Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan, kasus ini terungkap setelah petugas Avsec Bandara APT Pranoto melakukan pemeriksaan kartu vaksin dan PCR calon penumpang tujuan Surabaya.

“Barcode dicek, tapi tidak tercatat. Kemudian pihak bandara lapor ke Polres Samarinda,” kata AKBP Eko Budiarto, dalam keterangan resminya, Rabu (4/8/2021).

Baca juga:  Novita Ikasari Diprediksi Jadi Kuda Hitam di Pilkada Kukar 2020

Berikut fakta-fakta terkait pemalsuan swab PCR yang terungkap di area Bandara APT Pranoto Samarinda:

9 Orang Ditangkap dan Jadi Tersangka

Polres Samarinda berhasil menangkap 9 orang dalam sindikat pemalsuan kartu vaksin dan surat swab PCR di Bandara APT Pranoto.

Baca juga:  Mengenal Pogram Kusuma Cinta+ DLH Samarinda

Dari 9 orang yang ditangkap, 2 orang merupakan otak pemalsuan syarat perjalanan. 1 orang pelaku perjalanan. Sementara sisanya berkaitan dengan upaya pemalsuan.

Satu Tersangka ASN Puskesmas di Samarinda

Dari penelusuran aparat kepolisian, salah satu tersangka merupakan ASN yang bekerja di Puskesmas Loa Bakung, Sungai Kunjang, Samarinda. Dia bekerja sebagai supir ambulance. Inisialnya SR.

Baca juga:  Gerbek Selingkuh, Upaya DLH Ajak Warga Bersih-Bersih Sampah

Tersangka SR menggunakan desain kartu vaksin di puskesmas untuk digandakan dan dijual kembali.

Palsukan 40 Lembar Kartu Vaksin

Dari penelusuran polisi, ASN puskesmas yang terlibat dalam pemalsuan telah membuat sebanyak 40 kartu vaksin. Tiap kartu dijual Rp 200 ribu. Keuntungan dari penjualan yang diterima ASN sebesar Rp 100 ribu.

Baca juga:  Diskusi dengan Aktivis Aisyiyah dan Guru se-Kaltim, Hetifah Tekankan Pentingnya Kesehatan Fisik dan Mental

Kartu vaksin ini ditawarkan ke masyarakat yang terdesak ketika hendak melakukan perjalanan keluar daerah.

Pembuat Hasil Swab PCR Palsu Jadi DPO

Selain membongkar sindikat pemalsuan kartu vaksin, polisi juga membongkar pemalsuan surat swab PCR palsu.

Pelaku berinisial RI saat ini masih masuk daftar pencarian orang. Dari keterangan tersangka yang ditangkap berinisial HA, pelaku berinisial RI memberikan surat hasil swab PCR palsu sebanyak 8 surat. Setiap surat, dijual kembali Rp 800 ribu.

Baca juga:  3 Laboratorium Covid-19 Sudah Aktif Beroperasi di Kaltim, Berikut Hasilnya

Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Wakapolres Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan, sembilan tersangka yang ditangkap akan dikenakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 subsider Pasal 268 Ayat 1 dan 2 KUHP atas pemalsuan surat.

Dalam kasus ini, polisi memiliki bukti-bukti, meliputi tujuh lembar kartu vaksin palsu, satu lembar surat PCR, satu lembar kertas karton, uang tunai Rp 165 ribu, 6 printer, 1 pulpen, kartu ATM, gunting, serta buku tabungan.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close