Kukar

Anggota DPRD Kukar, Maruf Marjuni: Sudah Jadi Kewajiban Pemerintah Perbaiki Infrastruktur di Muara Badak

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini, menganggarkan perbaikan jalan di Desa Salo Cella. Hal ini dibenarkan Anggota DPRD Kukar Dapil III, Maruf Marjuni.

Pemkab Kukar telah menganggarkan sekitar Rp3 miliar di APBD Perubahan dan Rp7,5 miliar Bantuan Keuangan Provinsi. Jembatan penghubung Desa Saliki-Salo Palai sekitar Rp800 juta.

Baca juga:  Dermaga Apung di Desa Semayang Rampung, Kadishub Kukar Minta Dirawat dan Dijaga

Dia mengatakan, sudah menjadi kewajiban pemerintah memperbaiki infrastruktur yang selama ini menjadi impian warga setempat.

Di Desa Salo Cella ada beberapa akses jalan keluar masuk, yakni melalui Desa Tanjung Limau, Batu-batu dan jalan tambang. Namun, jalan tambang hanya dibuka jika ada hal yang medesak karena merupakan jalur khusus.

“Ini bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan infrastruktur yang memadai, pembangunan yang layak memang menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata Maruf, Selasa (2/11/2021).

Baca juga:  Buka Rapimda dan Musda KNPI, Wakil Bupati Kukar Minta Pemuda Satukan Persepsi

Wabup Kukar Rendi Solihin ucap Maruf, menyampaikan pelaksanaan kegiatan dimulai dari Desa Salo Cella, jadi dari dalam bukan luar desa. Jika melihat kondisi, Maruf  tak yakin  pekerjaan peningkatan infrastruktur jalan sekitar tiga kilometer bisa selesai tepat waktu.

Oleh karenanya, pemerintah perlu mengawasi betul-betul kegiatan tersebut. DPRD Kukar juga akan melakukan pengawasan serupa.

“Terlebih masyarakat yang tinggal disitu karena mereka yang akan menikmati aksesnya. Kita minta seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi kegiatan itu,” harap politisi Fraksi Gerindra ini.

Baca juga:  Anggota DPR RI Salurkan Bantuan APD ke RSUD AM Parikesit di Kukar

Berkenaan dengan jembatan penghubung Desa Saliki-Salo Palai. Dirinya bersama Wabup Kukar didampingi dua kepala desa melihat kondisi jembatan tersebut.

Akses jembatan terputus karena longsor  dan panjangnya sekitar 10 meter, masyarakat secara swadaya membuat jembatan darurat agar dapat dilewati kendaraan meskipun bergantian.

“Dengan adanya kucuran anggaran perbaikan, mudah-mudahan selesai tepat waktu sehingga aktivitas masyarakat berjalan lancar dan tidak ada kekhawatiran lagi saat melintas,” tutupnya.

[SUP | NON | ADV DPRD KUKAR]

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker