Ekonomi dan Bisnis

Bank Indonesia di Forum G20 Dorong Stabilitas Ekonomi untuk Jaga Kepercayaan Investor

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 04 September 2026 13:27
Bank Indonesia di Forum G20 Dorong Stabilitas Ekonomi untuk Jaga Kepercayaan Investor
Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 atau G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting yang berlangsung 31 Agustus–1 September 2026 di Amerika Serikat. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan sebagai langkah menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global. Komitmen tersebut disampaikan dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/G20 FMCBG) di Amerika Serikat, 31 Agustus–1 September 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta bersama Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung. Pertemuan tersebut dihadiri negara-negara anggota G20, serta Belanda, Polandia, Singapura, Qatar, Swiss, Uni Emirat Arab, dan sejumlah organisasi internasional.

Dalam forum tersebut, Filianingsih menegaskan bahwa, kebijakan moneter harus mampu menjaga stabilitas sekaligus beradaptasi dengan dinamika ekonomi global.

“Menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar melalui asesmen yang komprehensif dan forward-looking menjadi salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global,” ujar Filianingsih. 

Ia mengatakan, semakin kuatnya integrasi keuangan global dan pesatnya digitalisasi membuat bank sentral perlu terus menyesuaikan kerangka kebijakannya.

“Hal tersebut semakin memperkuat pentingnya bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar, makroprudensial, dan sistem pembayaran,” katanya. 

Selain itu, BI juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten agar mampu menjaga kepercayaan pelaku ekonomi. 

"Kebijakan harus dikomunikasikan secara jelas, konsisten, dan kredibel untuk menjaga ekspektasi pelaku ekonomi serta meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter,” tambahnya.

Sementara itu, G20 menilai perekonomian global masih menunjukkan ketahanan meski dibayangi berbagai risiko, seperti ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan dan pasokan energi, tekanan inflasi, tingginya utang, serta volatilitas pasar keuangan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, G20 mendorong sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang terkalibrasi, reformasi struktural, peningkatan investasi dan inovasi, serta penguatan dan diversifikasi rantai pasok guna menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Investasi pada teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi perhatian. G20 menilai AI berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Namun, pemanfaatannya perlu diimbangi dengan penguatan ketahanan sistem keuangan dan keamanan siber.

Pertemuan tersebut menghasilkan G20 Chair's Statement yang merangkum berbagai prioritas jalur keuangan (Finance Track) di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat.

[RWT] 



Berita Lainnya