DPRD SAMARINDA

Banyak LPJU Padam Berpekan-pekan di Ruas Utama, DPRD Samarinda Desak Dishub Evaluasi Pemeliharaan

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 28 Agustus 2026 17:13
Banyak LPJU Padam Berpekan-pekan di Ruas Utama, DPRD Samarinda Desak Dishub Evaluasi Pemeliharaan
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di ruas utama Kota Samarinda dilaporkan mengalami kerusakan dalam waktu cukup lama. Kondisi ini mendorong DPRD Samarinda meminta Dinas Perhubungan (Dishub) memperkuat sistem pemeliharaan dan pengawasan LPJU.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mengatakan laporan mengenai LPJU yang padam telah disampaikan masyarakat kepada pihaknya. Beberapa titik bahkan disebut tidak kunjung diperbaiki hingga hampir satu bulan.

“Ini masyarakat sudah lama mengeluh ke kami. Ada beberapa lampu yang sudah mati, bukan sehari dua hari. Mungkin ada yang hampir satu bulan,” kata Jasno.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pinggiran. Sejumlah ruas di kawasan perkotaan seperti Jalan S Parman, Jalan Pahlawan, dan Jalan Dr Sutomo juga dilaporkan mengalami gangguan penerangan.

Kondisi serupa turut ditemukan di sejumlah titik di kawasan Palaran. Jasno menilai, lamanya penanganan menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pola pemeliharaan LPJU yang selama ini dilakukan pemerintah kota.

Ia mengatakan, gangguan penerangan jalan tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan mengganti lampu. Karena itu, pengecekan dan perawatan secara berkala dinilai penting untuk memastikan kerusakan dapat segera diketahui dan ditangani.

“Kan harus ada maintenance, harus ada pengawasan, ada perbaikan. Selama ini di beberapa tempat terkesan dibiarkan,” ujarnya.

Jasno meminta bidang sarana dan prasarana LPJU di Dishub Samarinda lebih responsif terhadap laporan masyarakat. Menurutnya, pemeliharaan seharusnya menjadi pekerjaan rutin sehingga kerusakan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Ia juga mendorong petugas melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik LPJU yang dilaporkan bermasalah untuk memastikan penyebab kerusakan, termasuk kemungkinan gangguan pada jaringan maupun instalasi.

“Di tengah kota saja begitu, enggak usah ngomong di pinggiran. Mestinya harus diperbaiki, apakah lampunya konslet atau bagaimana, dinas terkait harus cross-check,” tegasnya.

Di sisi lain, Jasno menilai rencana program Samarinda Terang yang disebut akan berjalan tahun depan tidak seharusnya mengesampingkan pemeliharaan fasilitas LPJU yang sudah tersedia saat ini.

Menurutnya, perbaikan terhadap lampu yang telah terpasang dapat dilakukan tanpa harus menunggu program baru berjalan.

“Kalau katanya tahun depan ada program Samarinda Terang, enggak usah tahun depan. Yang lampunya sudah ada, dibaikin saja,” pungkasnya. (Adv)

[RWT | ADV DPRD SAMARINDA] 



Berita Lainnya