Opini

Berjalan di Tanah Harapan: Mewujudkan Swasembada Pangan Kalimantan Timur Melalui Terobosan dan Kolaborasi

Kaltim Today
12 Maret 2024 07:50
Berjalan di Tanah Harapan: Mewujudkan Swasembada Pangan Kalimantan Timur Melalui Terobosan dan Kolaborasi

Ditulis oleh: Sapri,S,KM, M,Kes, Sopyar Ardhanie Sriananda, ST, MT, dr. Sri Amrini,M.A.R.S, Rachel Pakkung, A.M.G. S,KM,  M,AP, Weda, SKM, M.Si., Sri Lindawati, S.Sos, M.Kes, dr. Widodo DS, SpJP, Suwardi, SAP, MA, Syafaruddin, SE, Muhammad Wahdini (Peserta PKA Angkatan I Tahun 2024 Puslatbang KDOD LAN Samarinda)

Kalimantan Timur, sebagai provinsi dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, ditambah dengan penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadapi tantangan dalam pemenuhan pangan, khususnya pada pemenuhan beras. Dalam perjalanan untuk memastikan kecukupan pangan bagi masyarakatnya, beras sebagai komoditas strategis menjadi pusat perhatian. Namun, harapan ini tidak datang tanpa hambatan yang signifikan, memerlukan usaha serius dan terencana.

Dalam konteks globalisasi dan peningkatan kesadaran akan keberlanjutan, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi krusial, terutama beras sebagai bahan pangan pokok. Namun, upaya untuk mencapai swasembada pangan di Kalimantan Timur menemui beberapa tantangan substansial. Pertama-tama, pertumbuhan pesat jumlah penduduk di Kalimantan Timur menjadi pendorong meningkatnya permintaan pangan, sementara produksi padi menurun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh perubahan lahan sawah yang beralih fungsi untuk kegiatan pertambangan batubara, perkebunan kelapa sawit, perluasan kawasan permukiman, pertambahan penduduk dan penurunan minat di sektor pertanian.

Alih fungsi lahan yang mengurangi luas sawah fungsional menciptakan dilema serius, terutama mengingat tantangan restorasi lingkungan akibat pertambangan batubara yang mahal dan kompleks. Sementara itu, petani tanaman pangan, meski memiliki peran strategis dalam ketahanan nasional, belum merasakan kesejahteraan yang sepadan.

Dengan ditetapkannya wilayah Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara sebagai lokasi Ibukota Nusantara (IKN), kompleksitas ini semakin meningkat. Sehingga, perlu adanya strategi yang efektif untuk memastikan pemenuhan pangan tidak hanya bagi kabupaten/kota di Kalimantan Timur tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan IKN sebagai elemen integral dari ketahanan nasional.

Potensi pemenuhan pangan di Kalimantan Timur masih besar, tetapi terbatas pada beberapa wilayah seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Kutai Timur. Oleh karena itu, percepatan program dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi krusial agar kebutuhan pangan pokok lokal dapat ditingkatkan, dan ketergantungan pada daerah lain di Indonesia dapat diminimalisir.

Pendekatan untuk mencapai swasembada pangan dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu pendekatan konvensional dan terobosan. Pendekatan konvensional, melalui penanaman padi secara manual, selain menyerap tenaga kerja, juga memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat meningkatkan pendapatan lokal.

Sementara itu, pendekatan terobosan, dengan teknik penanaman yang lebih maju dan efisien, menawarkan solusi untuk peningkatan produktivitas dan keseimbangan penggunaan air yang berkelanjutan.

Untuk mengimplementasikan kedua pendekatan ini, prasyarat yang matang dan terkoordinasi dibutuhkan, seperti pembangunan sawah baru, peningkatan dukungan alsintan, dan penyuluhan yang efektif. Lebih dari itu, peningkatan kesejahteraan petani, baik konvensional maupun milenial, menjadi inti dari perubahan yang berkelanjutan, melalui jaminan pelayanan kesehatan, beasiswa untuk anak-anak petani, dan upaya untuk menekan laju inflasi.

Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan menggabungkan strategi yang berfokus pada keberlanjutan, diharapkan Kalimantan Timur tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan nasional.(*)


*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp 



Berita Lainnya