Nasional

Data Covid-19 Kacau, Luhut: Ada Tabungan Kasus Konfirmasi dan Kematian

Kaltimtoday.co, Jakarta – Pemerintah akhirnya kembali memasukkan indikator kematian dalam evaluasi PPKM pekan ini.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, data kematian yang sebelumnya tidak dipakai karena keterlambatan laporan dari daerah saat ini sudah diperbaiki.

Baca juga:  Masih Pandemi Covid-19, Ibadah Haji Tahun Ini Ditiadakan

“Jadi dua minggu lalu kami mengambil itu karena kami membereskan datanya, dan sekarang kerja keras dari Kementerian Kesehatan harus kita apresiasi, walaupun ada beberapa daerah yang data-datanya masih membutuhkan satu dua minggu ke depan agar lebih baik,” kata Luhut dalam jumpa pers perpanjangan PPKM Level, Senin (23/8/2021).

Dia menyebut data kematian yang masih terlambat ini akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan, sehingga data Covid-19 yang diumumkan nantinya bukan merupakan data real time.

Baca juga:  Belajar dari Penusukan Syekh Ali Jaber, Pengamanan Tablig Akbar Perlu Ditingkatkan

“Dalam beberapa hari kedepan akan kembali terjadi kenaikan tren kasus konfirmasi dan juga kasus kematian akibat tabungan kasus konfirmasi dan kematian yang dikeluarkan oleh beberapa kabupaten/kota,” ungkapnya.

Data yang terlambat ini, lanjut Luhut, jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan dan akan disampaikan ke publik dengan cara dicicil.

Baca juga:  Tenggat Pajak, Batas Waktu, dan Hal yang Harus Diketahui Jelang Lapor SPT Tahunan 2021

“Ada mungkin beberapa ratus atau mungkin ribu data yang secara bertahap akan dikeluarkan dalam 10 hari ke depan ini, begitulah gambaran betapa susahnya kita mengatur ini,” tegas Luhut.

Pekan lalu, pemerintah mengeluarkan indikator kematian dalam evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4-3 karena ada keterlambatan data dari daerah ke pusat.

Baca juga:  2024, Semua ASN Pusat Pindah ke Kaltim

Sejumlah indikator dalam menentukan level PPKM antara lain, level 4; angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

Kejadian rawat inap di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 lebih dari lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Gerak Cepat Tangani Kasus Penawaran Data di Forum Online

Sementara level 3, indikatornya; angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

Kejadian rawat inap di rumah sakit 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 antara dua sampai lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close