Daerah

Metode Tebar Benih Padi Langsung di Kala Air Danau Semayang Menyusut

Supri Yadha — Kaltim Today 08 September 2026 18:39
Metode Tebar Benih Padi Langsung di Kala Air Danau Semayang Menyusut
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Muhammad Farid. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Menyusutnya debit air Danau Semayang selama musim kemarau tidak menyurutkan roda perekonomian warga di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Fenomena alam ini justru dimanfaatkan sebagian warga setempat untuk mengalihfungsikan hamparan danau yang mengering menjadi lahan persawahan musiman.

Pola bertani di kawasan danau itu kembali mendapat perhatian setelah Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ikut menebar benih padi langsung ke area yang masih digenangi air, Selasa (2/9/2026) lalu.

Lebih dari satu ton benih padi ditebar dalam kegiatan tersebut. Namun, metode ini bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat setempat. Lantaran warga telah lama memanfaatkan kawasan Danau Semayang untuk menanam padi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Farid mengatakan, praktik tersebut telah dilakukan masyarakat sejak sekitar 1996. Kemudian, pola yang sama kembali diterapkan pada 2015 dan berhasil menghasilkan panen.

Ia menjelaskan, metode penanaman ini tidak dilakukan setiap tahun, melainkan ketika musim kemarau panjang.

“Tanaman di Semayang itu sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat di Danau Semayang. Itu di tahun 1996, kalau tidak salah. Kemudian tahun 2015 pernah dilakukan dan pernah panen di sana,” kata Farid, Selasa (8/9/2026).

Karena itu, penebaran benih yang dilakukan bersama Bupati Kukar bukan dimaksudkan untuk mengenalkan pola pertanian baru. 

Kehadiran pemerintah lebih diarahkan sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang kembali memanfaatkan kawasan danau untuk bercocok tanam.

Farid mengatakan, sebelum pemerintah ikut melakukan penanaman, masyarakat setempat sudah lebih dahulu menanam padi. Tanaman yang ditanam warga saat ini bahkan telah berusia sekitar 12 hingga 22 hari.

“Jadi hadirnya Pak Bupati di sana dan kami (Distanak) adalah membantu, menyemangati kepada petani. Ada bentuk perhatian dari pemerintah daerah untuk petani di Semayang,” tuturnya.

Menurutnya, pertanian di kawasan tersebut juga dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat Semayang. Selama ini, sebagian besar warga mengandalkan sektor perikanan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Saat kondisi danau tidak memungkinkan untuk menangkap ikan, masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk bercocok tanam.

“Karena di sana adalah nelayan. Jadi ketika mereka sudah tidak bisa nelayan lagi, mereka beralih ke pertanian,” ucapnya.

Menariknya, padi di Danau Semayang tidak ditanam dengan pola pertanian pada umumnya. Benih justru ditebar langsung ke dalam kawasan yang masih terdapat genangan air.

Teknik tersebut dikenal sebagai Tabela Dar atau tanam benih langsung dalam air. Farid menyebut metode itu sebelumnya telah diterapkan di daerah Banjar dan tanaman berhasil tumbuh.

“Dulu pernah dilakukan di daerah Banjar. Namanya Tabela Dar, tanam benih langsung dalam air. Itu sudah pernah dicoba dan tumbuh,” tambahnya.

Dalam penerapannya, benih yang ditebar akan tenggelam ke dasar perairan. Ketika permukaan air mulai surut, benih kemudian tumbuh pada area yang sebelumnya berada di bawah genangan.

Metode tersebut juga memiliki pertimbangan dalam menghadapi gangguan hama dan hewan pada fase awal pertumbuhan tanaman.

Untuk penanaman kali ini, varietas yang digunakan adalah Inpari 32. Distanak menilai jenis padi tersebut cukup baik dalam ketahanan terhadap penyakit.

Total benih yang ditebar mencapai lebih dari satu ton untuk lahan sekitar 100 hektare. Tanaman diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 110 hari sampai memasuki masa panen.

Farid memastikan tanaman yang sebelumnya ditanam masyarakat telah menunjukkan pertumbuhan. Pengalaman panen pada 2015 juga menjadi salah satu dasar untuk kembali mengembangkan pertanian di kawasan Danau Semayang.

“Jadi itu memang perhatian, bantuan dari kami, supaya petani membantu petani untuk menambah lagi luas tanam,” pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya