Samarinda

DLH Samarinda: Jangan Buang Limbah Hewan Kurban ke Sungai atau TPS

Kaltim Today
20 Juli 2021 10:58
DLH Samarinda: Jangan Buang Limbah Hewan Kurban ke Sungai atau TPS
Patut dicontoh, pembagian daging kurban di RT 25, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang tanpa menggunakan kantong plastik. (DLH Samarinda)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mengimbau masyarakat, terutama pengurus masjid atau mushola, yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban agar tidak membuang limbah sembarangan. Misal ke sungai maupun ke tempat penampungan sementara (TPS).

Imbauan itu disampaikan melalui Surat Edaran DLH Samarinda Nomor 658.1/1576/100.14 tentang Bersih Sampah Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M.

Larangan ini adalah langkah serius DLH Samarinda, sebagai antisipasi dampak pencemaran lingkungan setelah pemotongan hewan kurban di Samarinda.

Camat, lurah, dan RT diminta untuk menyampaikan ketentuan tersebut kepada masyarakat yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban.

Kadis Lingkungan Hidup, Samarinda, Nurrahmani.
Kadis Lingkungan Hidup, Samarinda, Nurrahmani.

Petugas DLH Samarinda akan dikerahkan untuk memantau proses pemotongan hewan kurban, sekaligus memastikan tidak ada limbah yang dibuang ke sungai maupun TPS.

Selain itu, dalam surat edarannya, Kepala DLH Samarinda Nurrahmani juga meminta agar sisa-siswa hewan kurban ditaruh di dalam tanah. Kemudian ditaburi kabur untuk meredam bau yang ditimbulkan dari sisa-sisa hewan kurban yang dipotong.

Kesadaran masyarakat, kata Nurrahmani, sangat diharapkan demi mencegah dampak buruk yang bakal ditimbulkan dari membuang limbah sisa hewan kurban sembarangan.

Hindari Penggunaan Kantong Plastik 

Selain diminta untuk mengubur sisa-sisa hewan kurban, warga juga diminta untuk membagikan daging tanpa menggunakan kantong plastik.

Plastik, dapat diganti dengan dauh. Bisa daun jati atau daun pisang. Selain itu, warga juga bisa menggantinya dengan wadah anyaman bambu atau besek, serta wadah lain yang bisa digunakan ulang dan tidak menimbulkan sampah plastik.

"Sebaiknya warga juga membawa wadah sendiri yang bisa dipakai ulang," pesan Nurrahmani.

[TOS]

 



Berita Lainnya