Nasional

Fakta-Fakta Banjir Bandang di Flores Timur NTT

Kaltimtoday.co – Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, banjir bandang menerjang Flores Timur, NTT. Peristiwa ini disebabkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang yang melanda wilayah setempat dalam waktu cukup lama.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mengungkapkan bahwa, pihaknya masih terus berusaha untuk melakukan pendataan korban bencana di NTT.

Dilansir Kaltimtoday.co dari berbagai sumber, berikut fakta banjir bandang di NTT:

Baca juga:  Pandemi Covid-19 Belum Terkendali, MUI: Salat Idul Fitri di Rumah Saja!

Banjir Bandang Terjadi di Beberapa Daerah

Banjir bandang yang menimpa Kabupaten Flores Timur turut berdampak kepada beberapa desa dan kecamatan, seperti Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menuturkan bahwa data yang diberikan sangat dinamis sehingga dapat berubah.

“Ini adalah data pukul 17.30,” jelasnya.

Puluhan Rumah Warga Rusak

(Foto: BNPB)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melaporkan, pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele.

Namun, ada juga rumah warga yang hanyut terbawa banjir. Selain itu, jembatan di Desa Waiburak, Adonara Timur hancur karena banjir bandang tersebut.

“Pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya dengan pembentukan posko penanganan darurat,” ujar Raditya Jati dalam keterangannya, Kamis (4/4/2021).

Baca juga:  Tak Hanya Sinovac, Berikut Vaksin Corona Jenis Lain dan Aturan Pemberiannya Berdasarkan Juknis Kemenkes

Menurut Jati, kendala yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sementara perjalanan laut menuju ke pulau tersebut tidak diperbolehkan lantaran cuaca buruk.

“Hujan, angin, dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat,” kata dia.

Puluhan Warga Meninggal Dunia

Dalam keterangan pers yang disebutkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati bahwa, sekitar 41 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di NTT.

“41 orang meninggal dunia dan masih dalam pendataan,” ungkap Radiya Jati.

Listrik hingga BBM Turut Terdampak

Tidak hanya memakan korban jiwa, kejadian itu juga memberikan dampak kerusakan terhadap penunjang kebutuhan umum seperti listrik dan BBM.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengatakan, sejumlah tiang listrik rusak akibat banjir bandang di NTT. Akibatnya, listrik tidak bisa disalurkan hingga terjadi pemadaman.

Sementara itu, Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Deden Idhani mengatakan, ada empat mobil tangki yang terdampak banjir bandang di NTT.

Secara umum, penyaluran BBM masih lancar dan sedang ditangani. Mengingat adanya mobil tangki yang rusak, pihaknya akan mencari pengganti agar tidak mengganggu penyaluran BBM.

“Masih aman penyaluran, sedang dicari mobil tangki pengganti. Lembaga penyalurnya akan mencari unit pengganti,” tuturnya.

Baca juga:  Was-was Virus Corona Sampai ke Indonesia

Pendataan Masih Terus Dilakukan

Raditya Jati mengungkapkan, kerugian materiil berupa puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng. Selain itu, ada rumah warga sekitar yang hanyut terbawa derasnya arus banjir.

“Aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan,” kata dia.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Flores Timur. Dia melaporkan bahwa, aparat setempat masih terus bergerak di lapangan untuk melakukan pencarian maupun evakuasi.

[RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close