Kukar

Jembatan Martadipura Ditabrak Lagi, Komisi III DPRD Kukar Harap Pemkab Tindak Tegas 

Kaltim Today
04 Februari 2022 18:45
Jembatan Martadipura Ditabrak Lagi, Komisi III DPRD Kukar Harap Pemkab Tindak Tegas 
Ketua Komisi III DPRD Kukar Andi Faisal. (Supri /Kaltimtoday.co).

Kaltimtoday.co, Tenggarong — Jembatan Martadipura Kota Bangun sudah beberapa kali ditabrak ponton muatan batu bara. Tahun ini sudah tiga kali terjadi yakni pada Minggu (30/1/2022), Rabu (2/2/2022) dan Kamis (3/2/2022). 

Bahkan salah satu diduga menara kapal tugboat menghantam struktur jembatan. Akibat insiden tersebut, sisa-sisa batu bara berada di pinggir jembatan dan juga terdapat pagar yang bengkok. 

Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti peristiwa itu. Karena setiap jembatan ditabrak selalu menggelar rapat, tetapi hasilnya masih terulang kembali. 

Ketua Komisi III DPRD Kukar, Andi Faisal mengatakan, seharusnya fungsi pengawasan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Dinas Perhubungan lebih aktif. Ketika air sungai pasang, harus mengimbau agar bisa menyesuaikan ketinggian air dan jembatan. Jika fungsinya tidak dijalankan sebagaimana mestinya maka kejadian serupa terulang kembali. 

 

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar harus menindakan tegas terhadap pelaku usaha itu. 

"Karena ini aset negara yang ditabrak yang harganya ratusan miliar, dan dinikmati ribuan orang karena menjadi obyek vital," tegas Faisal saat dihubungi Kaltimtoday.co pada Jumat (4/2/2022). 

Politisi Fraksi Golkar menambahkan,  tindakan tegas pemerintah seperti menuntut perusahaan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan. Karena ada pagar jembatan yang bengkok. 

Kemudian memberikan efek jera lainnya, lantaran penanganannya tidak main-main sebab sangat diprioritaskan untuk masyarakat banyak. 

"Jika ada unsur pidananya laporkan saja supaya tidak terulang kembali. Karena itu bukan kejadian yang pertama tapi sudah berkali-kali," tegasnya. 

Dalam waktu dekat kata Faisal, akan memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bareng menyelesaikan masalah ini. Apabila tidak ada tindakan tegas, suatu saat bisa terulang kembali sehingga yang dirugikan pasti masyarakat. 

"Sekarang berpikirnya sederhana, jangan berpikirnya terlalu ribet. Kalau mencari-cari alasan pasti ada alasannya," tutupnya.

[SUP | NON]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya