Daerah
Kabut Asap Karhutla Mencekik, Sejumlah Daerah di Kaltim Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Sejumlah daerah kini menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah untuk melindungi peserta didik dari paparan asap.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyebut setidaknya sejumlah wilayah telah mengambil kebijakan tersebut. Di antaranya Kabupaten Berau, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kecamatan Long Ikis di Kabupaten Paser, serta terbaru Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
“Jadi, hingga saat ini terdapat tiga daerah yang telah terinformasi menerapkan pembelajaran dari rumah, yaitu Kabupaten Berau, Kabupaten Mahakam Ulu, dan Kecamatan Long Ikis di Kabupaten Paser,” tegas Rahmat, Senin (31/8/2026).
Khusus Berau, penerapan PJJ bahkan telah mengalami dua kali perpanjangan. Sementara itu, pemerintah daerah di wilayah lain juga mulai mengeluarkan instruksi pembelajaran daring bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan terdampak kabut asap karhutla.
Rahmat menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
“Dalam surat edaran Kementerian, telah ditetapkan juga indikator kualitas udara. Apabila indeks kualitas udara telah mencapai angka di atas 300, maka proses pembelajaran secara otomatis harus dialihkan menjadi belajar dari rumah,” ungkapnya.
Menurutnya, penerapan PJJ bukan dilakukan secara seragam di seluruh Kaltim, melainkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Sekolah yang berada di wilayah dengan kualitas udara masih aman tetap dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan perkembangan situasi.
Data sementara, ada sebanyak 37 sekolah negeri dan swasta, khusus jenjang SMA/SMK sederajat yang masuk dalam zona kabut asap karhutla, dengan total 11.864 siswa.
"Data lanjutannya masih dalam perkembangan, kita masih memantau situasi yang terjadi di setiap daerah. Termasuk yang belum menerapkan sistem daring," ungkapnya.
Dengan meluasnya dampak kabut asap karhutla, Disdikbud Kaltim terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik.
"Kami terus berkoordinasi terkait potensi dan perkembangan karhutla di Kaltim, sistem pembelajaran akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Apabila sangat terdampak kabut asapnya, akan menggunakan sistem daring atau jarak jauh," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- PBNU Memiliki Pemimpin Baru, Ketum Muhammadiyah Beri Ucapan Selamat
- Profil Gus Kikin: Cicit Pendiri NU dan Pengusaha Pelayaran yang Kini Pimpin PBNU
- Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Sosialisasi RKT di 3 Kecamatan
- PT BBE Kirim Tim ERT Bantu Penanganan Korban Bencana di NTT









