Daerah

Kabut Asap Karhutla Selimuti Berau, Sejumlah Penerbangan ke Bandara Kalimarau Terdampak dan Dialihkan

Kaltim Today
02 September 2026 12:46
Kabut Asap Karhutla Selimuti Berau, Sejumlah Penerbangan ke Bandara Kalimarau Terdampak dan Dialihkan
Maskapai penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau. (Miko/kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau. Penurunan jarak pandang mendatar (visibility) memicu sedikitnya empat insiden gangguan operasional, mencakup penundaan keberangkatan (flight delay) hingga pengalihan pendaratan (divert) ke bandara lain.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri mengatakan, sejumlah penerbangan terpaksa dialihkan akibat menurunnya jarak pandang di sekitar bandara.

Pada 21-22 Agustus 2026, misalnya, penerbangan Batik Air rute Jakarta-Berau mengalami divert dan harus mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

Gangguan serupa kembali terjadi pada 1 September 2026. Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Makassar-Berau terpaksa dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan. Kemudian pada 2 September 2026, penerbangan Batik Air rute Jakarta-Berau juga mengalami kondisi yang sama.

Patah menyebut, kondisi jarak pandang di Bandara Kalimarau saat ini berkisar antara 1,2 hingga 3 kilometer. Angka tersebut sedikit membaik dibandingkan sehari sebelumnya, ketika jarak pandang hanya berkisar 1,8 kilometer hingga
500 meter.

“Sehingga kami melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga aspek keamanan dan keselamatan penerbangan dengan menambah jadwal operasional penerbangan,” katanya, Rabu (2/9/2026).

Penambahan jam operasional tersebut dilakukan untuk memberikan fleksibilitas bagi pesawat yang hendak menuju Berau. Pesawat dapat melakukan penerbangan ketika kondisi jarak pandang telah dinyatakan aman untuk operasional.

Sebelumnya, Bandara Kalimarau beroperasi secara rutin mulai pukul 07.00 hingga 20.00 Wita. Namun, akibat kondisi kabut asap, jam operasional kini diperpanjang hingga pukul 23.00 Wita.

“Kalau setiap harinya terdapat tujuh pergerakan pesawat, baik yang take off maupun landing,” tambahnya.

[MGN | RWT] 



Berita Lainnya