Samarinda

Kado Hardiknas, 22 Sekolah di Samarinda Lolos Program Sekolah Penggerak

Kaltimtoday.co, Samarinda – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2021 lalu menjadi momentum bersejarah bagi pendidikan di Kota Samarinda. Pasalnya, menurut Asli Nuryadin selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, dia bersyukur sebab bertepatan dengan Hardiknas, sebanyak 22 sekolah di Kota Tepian telah lolos dalam program sekolah penggerak.

Secara rinci 22 sekolah itu antara lain, 5 TK, 10 SD dan 7 SMP. Asli menjelaskan, program sekolah penggerak itu masuk dalam tujuh tahapan yang sudah dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sehingga diharapkan guru-guru di sekolah penggerak akan membawa perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan.

Baca juga:  Samarinda Mulai Terapkan PPKM Mikro 9-22 Februari, Berikut Ketentuannya

“Kami bersyukur bahwa Samarinda cukup banyak yang lolos karena itu penentuannya kan benar-benar dari pusat melalui test,” jelas Asli, Rabu (5/5/2021).

Asli juga menerangkan jika program sekolah penggerak akan mengarah dalam nilai penguatan karakter anak. Sehingga murid nantinya akan disebut sebagai pelajar Pancasila, yakni dengan mengadopsi nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila.

“Meliputi Iman dan taqwa, gotong royong, seperti itu kearifan dan kebudayaan lokal para pendiri bangsa dulu yang akan diangkat kembali,” terangnya.

Untuk mendukung semua itu, Asli mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dikarenakan pemerintah pusat dikatakan Asli sudah sangat luar biasa mempersiapkan program sekolah penggerak.

“Pelaksanaannya setelah ditentukan, nanti akan didampingi oleh konsultan dari pusat yang akan mendampingi tenaga ahli untuk melaksanakan di sekolah,” sebutnya.

Baca juga:  Disdikbud Bontang Diminta Bersurat ke Kemendikbud Soal New Normal di Sekolah

Meskipun, yang diumumkan dalam program sekolah penggerak baru jenjang kepala sekolah saja, ke depan pihak Disdik Samarinda akan konsisten menjalankan program tersebut sampai ke jenjang guru, dengan harapan agar sekolah menunjukan etos kerja yang lebih baik dari biasanya.

“Kita harus konsisten nanti termasuk gurunya. Artinya paling tidak bisa menunjukkan etos kerja yang lebih baik daripada yang biasa. Juga ada penyesuaian-penyesuaian untuk tenaga kependidikan di sekolah itu karena mereka dipacu supaya bisa berubah lebih baik,” harap Asli.

[REF | RWT | ADV DISDIK SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close