Advertorial

Di Kurikulum Merdeka, Peserta Didik SMA Dibolehkan Pilih Mapel Sesuai Keinginan 

Yasmin Medina Anggia Putri — Kaltim Today 27 Juni 2023 17:19
Di Kurikulum Merdeka, Peserta Didik SMA Dibolehkan Pilih Mapel Sesuai Keinginan 
Ilustrasi siswa SMA. (Unsplash)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Peserta didik di jenjang SMA dibolehkan memilih mata pelajaran (matpel) sesuai kemampuan, minat, dan bakat masing-masing. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menargetkan semua SMA masuk Kurikulum Merdeka fase F pada 2024. 

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA melalui Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian SMA, Atik mengungkapkan, ada tiga tahap kemandirian di penerapan Kurikulum Merdeka. Di antaranya, Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. 

"Kami harap semua SMA di Kaltim masuk pada fase F. Artinya, tahun ini yang di kelas 11 itu sudah masuk di Mandiri Berubah," ungkap Atik. 

Ada perbedaan yang cukup signifikan antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2013. Di Kurikulum Merdeka, tidak ada sistem penjurusan tapi menyediakan 19 mapel yang bisa dipilih siswa.  

"Minimal di dalam sekolah itu menyediakan 7 mapel pilihan, itu bedanya dengan Kurikulum 2013. Intinya sekarang ini tidak ada lagi sistem penjurusan," ungkapnya. 

Namun, hadirnya Kurikulum Merdeka bukan berarti membuat siswa semau-maunya atau seenaknya dalam belajar. Tapi, mendukung siswa agar bisa memilih mapel sesuai minat dan bakatnya. 

Di lain sisi, Kurikulum Merdeka ada sedikit kemiripan dengan sistem perkuliahan. Namun, tidak ada sistem Satuan Kredit Semester (SKS) untuk tingkat sekolah. Dalam hal ini, Kurikulum Merdeka mendegradasi istilah jurusan. 

"Dulu kan ada IPA, IPS, dan Bahasa. Sekarang sudah enggak ada lagi, diganti dengan pemilihan mapel sesuai minat siswa. Tidak ada penjurusan sampai kelas 12. Jadi perguruan tinggi pun juga menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka," sambungnya. 

Ditanya mengenai kemampuan guru-guru tiap mapel, Disdikbud Kaltim menyebut akan melakukan berbagai pelatihan ke para guru. Ini juga akan menyesuaikan dengan kemampuan dan potensi sekolah serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM). 

"Nah otomatis ketika sekolah menyediakan 7 mapel wajib, itu pasti sudah ada gurunya," ujarnya lagi. 

Sebagai informasi, sudah ada 11 sekolah yang masuk ke tahap Mandiri Berbagi. Mandiri Berbagi sendiri merupakan program sekolah penggerak. Diharapkan, sekolah yang belum masuk ke tahap Mandiri Berbagi bisa ke fase Mandiri Berubah dulu. 

"Soalnya tahun lalu itu kan masih ada Mandiri Belajar, ada sekitar 17 sekolah yang tahun lalu itu. Nah tahun ini semoga sudah masuk semua ke Kurikulum Merdeka," tandasnya. 

[RWT | ADV DISDIKBUD KALTIM]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya