Samarinda

Kampung Amplang Makin Eksis di Online, Konsisten Jaga Kualitas dan Pertahankan Rasa Sejak 1992

Kaltimtoday.co, Samarinda – Kudapan amplang terdengar familiar di Kota Tepian. Tekstur renyah dengan rasa gurih khas ikan menjadikannya primadona. Kerap diburu dan jadi buah tangan populer.

Kampung Amplang jadi salah satu produk amplang di Samarinda yang menarik perhatian Kaltimtoday.co dan Dinas Perindustrian Samarinda. Sang pemilik, Tasya Azahrah turut membagikan kisahnya agar Kampung Amplang tetap eksis.

Baca juga:  Penerbangan Terganggu, Pihak Bandara Gelar Salat Istisqa, Untuk Meminta Hujan

Tasya sebenarnya merupakan penerus dari bisnis tersebut. Kampung Amplang didirikan oleh almarhum ayahnya, Taufik Rahmani sejak 1992. Mempertahankan bisnis memang tak mudah. Namun, Tasya terus mengeksplorasi berbagai hal agar Kampung Amplang bisa semakin dikenal.

“Kalau untuk pemasarannya sendiri, karena lagi Covid-19 jadi kita fokus ke online. Salah satunya kita sudah mulai merambah ke Grab Food, Instagram, dan ada situs website. Ternyata setelah dicek, website itu ngaruh banget. Banyak orang yang cari Kampung Amplang,” ungkap Tasya saat ditemui awal pekan lalu.

Insights yang dilihat melalui Google juga diakuinya mengalami peningkatan. Kemudian, berdasarkan pencarian di Google Maps juga ikut memengaruhi.

Baca juga:  Kabut Asap di Samarinda Semakin Pekat

Sehingga, Tasya makin mantap memfokuskan bisnis di ranah online. Terbukti beberapa kali ada orang dari luar Kalimantan dan luar Samarinda yang tertarik dan pesan. Kemudian dikirim melalui jasa ekspedisi.

“Karyawan yang dulu didikan almarhum kan juga masih kerja di sini. Jadi, dia yang meneruskan di bagian produksi. Insyaallah rasa produknya tetap sama dan bertahan,” lanjut perempuan yang berkuliah di Prodi Manajemen, Universitas Mulawarman itu.

Selain amplang, ada beberapa produk lainnya seperti lempok durian dan abon berbagai varian.

Biasanya, amplang diproduksi 2 kali dalam sebulan. Sekali produksi bisa menghasilkan 100 kilogram untuk sehari. Ditambahkan Tasya, selain amplang sebagai produk utama, dia juga menyediakan abon tuna, bandeng, kepiting, dan lempok durian.

Baca juga:  DLH Samarinda Berturut-turut Raih Proklim Utama, Apa Itu Proklim?

Untuk amplang, dibanderol mulai harga Rp 7 ribu untuk kemasan kecil, Rp 12 ribu untuk kemasan sedang, dan Rp 35 ribu untuk kemasan jumbo. Ada juga amplang dengan kemasan aluminium foil dan setengah kilogram seharga Rp 60 ribu. Dan kemasan 1 kilogram seharga Rp 120 ribu.

Sedangkan untuk pilihan abon tersedia dalam kemasan kotak, toples, dan aluminium foil. Dimulai dari harga Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu. Untuk lempok durian ukuran kecil dibanderol seharga Rp 25 ribu dan yang besar Rp 50 ribu. Semua ketersediaan produk bisa dicek dan ditanyakan terlebih dahulu ke pihak toko.

“Di tengah pandemi seperti ini sangat terbantu dengan penjualan online. Kita juga berusaha terus untuk selalu jaga rasa produk tetap sama seperti saat almarhum mimpin bisnis ini,” tambahnya lagi.

Baca juga:  Rajut Kepedulian dengan Siswa, SMPN 5 Samarinda Adakan Home Visit

Saat ini, Kampung Amplang juga tersedia di toko fisik. Di Samarinda, Anda bisa menemukannya secara langsung di toko pusat yakni Jalan Kapas Nomor 38 Perumahan Dosen Unmul, RT 19 Samarinda.

Lalu ada pula di Jalan Slamet Riyadi Nomor 63 Samarinda. Kabar baik bagi warga Balikpapan, Kampung Amplang juga hadir di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 14.

Jika ingin menghubungi terlebih dahulu juga bisa di nomor 081253790434 atau 082352004023. Di Grab Food, cukup ketik saja Kampung Amplang dan berbagai pilihan kemasan amplang tersedia di sana. Media sosial Instagram juga ada dengan nama @kampungamplang.

[YMD | TOS | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker