Daerah
Karhutla Belum Ganggu Penerbangan Kaltim, Mobilitas Udara Tetap Berjalan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan belum mengganggu secara signifikan operasional penerbangan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan kondisi penerbangan di sejumlah titik masih memungkinkan untuk dilalui. Masyarakat pun masih dapat menggunakan transportasi udara untuk menjalankan berbagai aktivitas.
“Untuk kondisi terkini, kita tahu bahwa sekalipun ada penanganan karhutla, untuk penerbangan beberapa titik, kita belum mengetahui posisinya masih aman. Mungkin secara standarisasi penerbangan masih bisa kita lalui,” kata Ririn.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat melalui jalur udara masih dapat berjalan, khususnya untuk mendukung kepentingan bisnis maupun pemerintahan.
“Jadi masyarakat masih bisa melakukan mobilisasi penerbangan, utamanya urusan-urusan bisnis maupun pemerintah,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi kabut asap tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi jarak pandang dan operasional penerbangan apabila kondisinya memburuk.
Kementerian Perhubungan sebelumnya menegaskan bahwa penerbangan dapat ditunda, dialihkan, atau dibatalkan apabila jarak pandang berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan.
Kondisi di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan sendiri sebelumnya masih dilaporkan normal. Namun, beberapa hari lalu, dua penerbangan dari Balikpapan sempat mengalami keterlambatan karena pesawat dari bandara tujuan terkendala kabut asap.
"Aktivitas penerbangan di Kaltim masih berjalan, sembari memantau perkembangan karhutla untuk memastikan keselamatan penerbangan," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Musim Kemarau Picu ISPA di Kaltim, Warga Diminta Waspadai Debu
- Tangani Karhutla Kalteng, BNI Berbagi Salurkan Alat Pemadam dan Logistik di 10 Wilayah
- Bantah Isu Mangkrak, OIKN: Kalau Masih Berdebu, Berarti Pembangunan Masih Jalan
- Kebakaran Hutan di Unmul Picu Penurunan Kualitas Udara
- Kabut Asap Pekat Selimuti Paser, Jarak Pandang Merosot hingga 50 Meter









