Kasus Kekerasan Anak Marak, DPRD Samarinda Desak Sosialisasi Perlindungan Diperkuat

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 09 Maret 2025 14:06
Kasus Kekerasan Anak Marak, DPRD Samarinda Desak Sosialisasi Perlindungan Diperkuat
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai bahwa masih banyak anak yang menjadi korban kekerasan namun enggan melapor karena rasa takut dan tekanan sosial dari lingkungan sekitar.

“Stigma ini menyebabkan banyak anak enggan melapor meskipun mereka berhak mendapatkan perlindungan. Banyak kasus kekerasan yang tidak terdeteksi akibat ketakutan dan rasa malu yang dialami anak-anak,” kata Puji, Minggu (9/3/2026).

Ia menilai bahwa rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka kekerasan yang tidak tercatat. Untuk itu, ia mendorong pemerintah bersama lembaga terkait untuk memperluas program edukasi dan sosialisasi.

“Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat lebih sadar dan tahu bagaimana cara mencegah serta menangani kasus kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Sri Puji juga mengusulkan agar penyuluhan di sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP, ditingkatkan. Menurutnya, sekolah adalah tempat strategis untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang bahaya kekerasan seksual dan bagaimana mereka dapat melindungi diri.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana kampanye perlindungan anak. Menurutnya, penggunaan platform digital akan lebih efektif untuk menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda.

“Perlindungan anak bukan hanya tugas keluarga, tapi juga tanggung jawab kita bersama. Lingkungan harus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang,” tutupnya.

[TOS | ADV DPRD SAMARINDA]



Berita Lainnya