Daerah
Kepatuhan ASN Bayar Zakat Masih Lemah, Baznas Kaltim Minta Aturan Tak Lagi Sukarela
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kepatuhan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kaltim membutuhkan evaluasi. Sebagian sudah ada yang disiplin, di samping itu juga masih ada bolong. Baznas Kaltim meminta dibuatkan aturan kebijakan wajib zakat bagi seluruh OPD.
Ketua Baznas Kaltim, H. Ahmad Nabhan menyebut tahun 2025 memang sudah terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, peningkatan tersebut masih sebatas imbauan dari Gubernur agar ASN menunaikan zakat melalui Baznas Kaltim.
"Namanya imbauan, tentu sebagian ASN sudah patuh dan taat, tetapi sebagian lainnya masih belum, karena masih menunaikan infak saja," sebutnya pada Senin (12/1/2026).
Nabhan menginginkan di tahun ini harusnya ada semacam kebijakan berupa perintah wajib bagi ASN untuk menunaikan zakat melalui Baznas. Jika sudah bersifat wajib, tentu seluruh ASN akan melaksanakannya dan tidak lagi hanya berinfak saja.
"Dengan demikian, pendapatan zakat yang kami himpun juga akan meningkat. Kami berharap ke depan ada surat atau kebijakan lanjutan dari Bapak Gubernur agar ASN yang selama ini masih berinfak bisa beralih menunaikan zakat," tuturnya.
Salah satu yang masih cukup lemah adalah ASN di lingkungan rumah sakit umum. Masih banyak yang hanya berinfak, bahkan ada yang hanya Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per bulan.
"Padahal, jika sudah zakat, jumlahnya bisa sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per bulan, sesuai ketentuan 2,5 persen dari gaji," pungkasnya.
Hingga saat ini, jumlah zakat dari setiap OPD sangat bervariasi. Dari puluhan juta hingga ratusan juta. Hal ini juga disesuaikan dengan muzakki yang ada.
"Di Dinas Kehutanan misalnya, penghimpunan zakat sudah mencapai sekitar Rp120 juta hingga Rp150 juta per bulan. Ada juga dinas yang menghimpun puluhan juta, serta ada dinas yang masih kecil zakatnya," tuturnya.
Sebagai informasi, laporan penerimaan zakat infaq shadaqah di Baznas Kaltim per bulan Januari - Desember 2025, telah terkumpul sekitar kurang lebih Rp 20 Miliar.
"Bisa dikatakan penghimpunan zakat ini sudah mendekati target kita yakni Rp 22 Miliar, dan meski tahun 2026 harus ditingkatkan. Saya ucapkan terima kasih juga kepala Gubernur, telah membantu kami serta arahan dalam penghimpunan zakat ini," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Kritik Trump Tangkap Presiden Venezuela, Megawati Soroti Neokolonialisme di Rakernas I PDI Perjuangan
- PLN Gandeng Kejaksaan, Perkuat Perlindungan Aset Ketenagalistrikan
- Aksi Pencurian Kabel Berulang, Penerangan Jembatan Mahkota II Kembali Padam
- Antrean Biosolar Picu Kemacetan dan Kecelakaan, Dishub Samarinda Siapkan Filter Ketat Kendaraan Tak Laik Jalan
- Semarak Finale Party Glorience Smaridasa ke 28, Panggung Bakat Siswa hingga Apresiasi Guru









