Daerah
Kompak Nusa Bahari, Pelopor Konservasi Laut Berbasis Masyarakat di Kaltim Dapat Apresiasi DKP
Kaltimtoday.co, Penajam - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara bersama DKP Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi Nusa Bahari (Kompak Nusa Bahari) atas kiprahnya sebagai pelopor gerakan konservasi laut berbasis masyarakat di Kalimantan Timur.
Kompak Nusa Bahari merupakan kelompok yang terbentuk atas inisiatif warga pesisir tanpa pendanaan manapun. Gerakan ini tidak hanya diisi oleh nelayan, tetapi juga oleh warga lintas profesi seperti pelaku wisata, pemuda, dan tokoh masyarakat pesisir yang peduli terhadap kelestarian ekosistem laut.
Kepala DKP PPU, Rozihan Asward, menyebut Kompak Nusa Bahari sebagai contoh nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga sumber daya kelautan.
“Kompak Nusa Bahari menunjukkan bahwa menjaga laut bisa dimulai dari masyarakat. Mereka bergerak karena kesadaran, bukan karena program,” ujarnya.
Gerakan Kompak Nusa Bahari bermula dari program “Satu Karang, Satu Kehidupan”, sebuah inisiatif konservasi di kawasan Pulau Gusung yang mengajak masyarakat menanam kembali terumbu karang yang rusak akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.
Dari kegiatan sederhana itu, Kompak kemudian berkembang menjadi organisasi masyarakat pesisir yang berfokus pada konservasi dan edukasi lingkungan.
Pendampingan terhadap Kompak Nusa Bahari dilakukan DKP PPU bersama DKP Provinsi Kaltim pada Rabu (12/11/2025) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, kedua instansi pemerintah turut membantu proses pengurusan perizinan pengelolaan ruang laut agar kegiatan konservasi yang dilakukan Kompak dapat berjalan secara legal dan terintegrasi dengan kebijakan kelautan daerah.
Rozihan menjelaskan bahwa pendampingan itu merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap gerakan masyarakat yang telah berkontribusi langsung menjaga laut.
“Kami ingin memastikan kelompok seperti Kompak Nusa Bahari memiliki dasar hukum yang kuat dalam aktivitasnya. Ini penting agar kegiatan mereka dapat terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Ketua Kompak Nusa Bahari, Hasanuddin Hamzah, menyebut dukungan pemerintah tersebut menjadi penguat semangat bagi masyarakat pesisir.
“Kami tidak hanya menanam karang, tetapi menanam kesadaran. Bahwa laut bukan sekadar sumber ekonomi, melainkan ruang kehidupan yang harus dijaga bersama,” katanya.
Kedua dinas menilai, langkah Kompak Nusa Bahari dapat menjadi contoh penerapan ekonomi biru berbasis komunitas di Kalimantan Timur. Ke depan, kegiatan kelompok ini akan diintegrasikan dalam pengembangan kawasan konservasi Pulau Gusung sebagai pusat edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Pendekatan berbasis masyarakat adalah kunci keberhasilan konservasi laut. Pemerintah akan terus hadir untuk memperkuat peran mereka, bukan mengambil alih,” tegas Rozihan.
[RWT]
Related Posts
- Samarinda Darurat Maling Helm: Penjagaan Ketat dan Parkir Berbayar Tak Jamin Keamanan
- Perbup Retribusi Sampah Picu Respons Warga, Kepala DLHK Kukar: Belum Menyasar Rumah Tangga
- Beasiswa Kukar Idaman Diatur Ulang, Sinkron dengan Gratis Pol dan Kemampuan Daerah
- Jam Operasional Dipulihkan, Perpustakaan Kota Samarinda Resmi Buka Sampai Malam Mulai 13 Januari 2026
- Motor Dianggap ‘Sitaan’, Seorang Pria di Loa Kulu Dilaporkan ke Polisi









