Samarinda

Kue Lapis Labu, Pilihan Buah Tangan Ciamik dari Samarinda

Kaltimtoday.co, Samarinda – Menciptakan kreasi dalam berbisnis bisa jadi buah manis yang nantinya dipetik di kemudian hari. Pemilik Fanny’s Lapis Labu, Oktifani Puji Fitriani telah membuktikannya. Semua bermula pada akhir 2016 silam.

Awalnya, perempuan yang akrab disapa Fani ini mengikuti kuliah bisnis di Mini University Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim pada 2016.

Baca juga:  Presiden Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi Pelajar di SMP Negeri 22 Samarinda

Dari situ, muncul pemikiran untuk menciptakan brand sendiri. Justru bukan bahan dasar labu yang dulu tercetus. Melainkan, buah naga. Namun karena buah naga terbatas, beralihlah Fani ke labu.

“Sebelumnya saya lama tinggal di Kukar. Hampir 8 tahun karena bekerja. Saya lihat, labu itu paling mudah dicari, dikonsumsi, dan harganya stabil di sana. Bisa dibilang jadi buah kearifan lokal,” kata Fani.

Baca juga:  Setiap Hari Disiram, DLH Samarinda Pastikan Tanaman Tak Ada yang Layu

Kue lapis labu tersedia dengan berbagai macam topping. Agar pembeli tak bosan dan punya banyak opsi. Resep pun dia eksplorasi sendiri. Meski berulang kali gagal, Fani terus mencoba.

Lembutnya kue lapis labu dipadu dengan topping khas jadi kelebihan dari produk Fanny’s Lapis Labu.

“Sebelumnya juga saya cari tahu, apakah sudah ada lapis labu di Samarinda. Ternyata enggak ada. Jadi saya pikir, peluangnya akan bagus,” lanjutnya.

Baca juga:  Sosialisasi Perda, Pemerintah Wajib Siapkan Kuota Minimal Dua Persen untuk Disabilitas

Penjualan lapis labunya sudah makin berkembang. Ditambah dengan beberapa varian menu selain lapis labu. Beberapa di antaranya aneka frozen food, dessert box, klappertart, donat, pisang bolen, brownies labu, dan lainnya. Namun lapis labu tetap jadi primadona dan andalan.

Fanny’s Lapis Labu juga turut didukung oleh Dinas Perindustrian (Disperin) Samarinda. Selama ini, Fani menyebutkan bahwa Disperin kerap mengajaknya terlibat untuk pameran-pameran.

Baca juga:  Sengketa Informasi Masih Terjadi, KI Kaltim Sebut 80 Persen Badan Publik Tak Tahu Mekanisme Prosedur

Di situ, produknya pun makin dikenal. Selain itu, biaya perpanjangan untuk sertifikasi halal juga difasilitasi.

“Tempo hari juga dibantu untuk mengurus hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dengan Disperin Samarinda. Mereka juga memberi bantuan dalam hal promosi dengan berbagai media,” kata Fani.

Penjualan online juga membantu bisnisnya karena menjalin kerja sama dengan platform layanan on demand populer seperti Gojek dan Grab. Di Instagram, Fani juga aktif mengunggah katalog menu dan foto-foto makanannya yang terlihat menggiurkan. Bisa dicek di Instagram lapis_labu_samarinda.

Baca juga:  Kampung Amplang Makin Eksis di Online, Konsisten Jaga Kualitas dan Pertahankan Rasa Sejak 1992

Bicara soal varian kue lapis labu milik Fanny, ada rasa keju, tiramisu nut, keju oreo, full cokelat, caramel nut, original, chocomaltine, red velvet, greentea, dan cokelat oreo. Semua varian dimulai dari harga Rp 32 ribu hingga Rp 50 ribu. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi 08115567300.

[YMD | TOS | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker