Samarinda

Kuliah Umum, FEB Unmul Hadirkan Pembicara dari Kementerian Keuangan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) bekerja sama dengan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia mengadakan kuliah umum, Kamis (22/8/2019).

Bertajuk “Perkembangan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Indonesia”, gelaran tersebut diikuti sebanyak 200 lebih peserta. Selain mahasiswa dan dosen FEB Unmul, peserta yang hadir datang dari berbagai kampus di Kota Tepian, seperti Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda.

BERSEMANGAT: Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar kuliah umum bertajuk “Perkembangan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Indonesia”.

Hadir sebagai pemateri, Kepala Subbagian Perbendaharaan, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Republik Indonesia, Suwardi. Turut hadir pula di acara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kaltim, Midden Sihombing.

Secara simbolis kuliah umum dibuka oleh Dekan FEB Unmul, Syarifah Hudayah. Dia mengatakan, peserta yang datang harus tahu dan mengerti tentang kebijakan fiskal. Sebab, pengetahuan itu akan menjadi bekal mereka saat bekerja di suatu perusahaan atau membuka sebuah usaha.

“Ilmu ini harus terserap dengan baik,” kata Syarifah dalam sambutannya di acara yang terpusat di Gedung Dekanat FEB Unmul, lantai 3.

Syarifah juga menyebutkan, dalam kuliah umum kali ini, peserta akan diberikan pemahaman tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hutang-piutang, dan pajak.

Suwardi dalam pemaparannya pun menjelaskan terkait kebijakan fiskal. Dia mengatakan, kebijakan fiskal erat hubungannya dengan pajak.

Panitia pelaksana kuliah umum mengabadikan momen bersama pemateri.

Menurut dia kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang lebih cenderung mengontrol perekonomian dengan cara mengawasi jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat. Sedangkan kebijakan fiskal, instrumennya adalah pendapatan (pajak) dan pengeluaran.

“Kalau moneter itu ranah BI (Bank Indonesia),” imbuhnya.

Sementara salah satu panitia pelaksana, Auliansyah menerangkan, bahwa kuliah umum ini diinisiasi oleh Kemenkeu Republik Indonesia dan FEB Unmul, denga tujuan sosialisasi perkembangan ekonomi terkini.

[MA | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close