Olahraga
Lepas Kontingen Menuju Kejurnas, Perbasasi Kaltim Dorong Regenerasi Atlet Softball Putri untuk Kembali ke Jalur Juara
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasasi) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong regenerasi atlet softball putri sebagai bagian dari upaya mengembalikan prestasi daerah di tingkat nasional melalui momentum pelepasan kontingen Softball Putri Kaltim menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Yogyakarta.
Ketua Pengprov Perbasasi Kaltim, Nidya Listiyono mengatakan, salah satu upaya tersebut dilakukan dengan mengirimkan tim softball putri Kaltim mengikuti Open Tournament di Yogyakarta. Ajang tersebut diikuti enam daerah yang dinilai memiliki kekuatan kompetitif.
“Pertama, terima kasih. Hari ini kami melepas atlet softball putri untuk Open Tournament di Jogja yang diikuti enam daerah. Saya lihat daerah-daerahnya juga memang biasa juara,” kata Nidya.
Menurutnya, keikutsertaan dalam turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi tolok ukur kemampuan atlet Kaltim dalam menghadapi tim-tim kuat dari daerah lain.
“Kaltim juga berharap kita kembali ke jalur juara,” ujarnya.
Nidya mengatakan, proses pembinaan atlet muda terus dilakukan, salah satunya melalui Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim. Perbasasi juga tengah melakukan pembenahan dari sisi fasilitas, peralatan, hingga pengembangan atlet baru.
“Selama kepemimpinan saya sampai dengan hari ini, kami betul-betul sedang proses pembenahan lapangan, peralatan, kemudian atlet-atlet baru kami sedang lahirkan. Proses ini terus berjalan,” jelasnya.
Ia menyebut keikutsertaan tim Kaltim dalam turnamen di Yogyakarta sekaligus menjadi bagian dari pemusatan latihan dan evaluasi untuk menghadapi persaingan di level nasional.
Menurut Nidya, Perbasasi Kaltim ke depan juga berencana mendatangkan pelatih atau tenaga pembinaan dari luar negeri sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembinaan. Sebelumnya, pihaknya telah menghadirkan pelatih dari Belanda dan Jepang dalam kegiatan coaching training.
“Ini dalam rangka kita menumbuhkan, mencari, mengembangkan bibit-bibit baru kita,” katanya.
Nidya menilai regenerasi menjadi kebutuhan penting karena sejumlah atlet senior yang sebelumnya menjadi andalan Kaltim mulai memasuki usia yang tidak lagi ideal untuk berkompetisi.
Karena itu, generasi atlet muda saat ini diharapkan mampu mengambil peran dan menjadi penerus prestasi softball putri Kaltim.
“Ini anak-anak muda kita, atlet-atlet putri kita yang muda-muda ini bisa memberikan warna yang berbeda,” ungkapnya.
Tak hanya kemampuan teknis, ia menilai pembinaan atlet muda juga harus menyentuh aspek mental dan karakter. Atlet perlu memiliki figur atau tim yang dapat dijadikan panutan dalam membangun semangat bertanding.
Menurutnya, pelatih tidak cukup hanya memberikan latihan fisik dan teknik seperti cara memukul. Pembinaan juga harus diarahkan pada pembentukan pola pikir dan karakter atlet agar memiliki mental juara.
“Pelatih juga harus kasih role model, bukan hanya pelatihan fisik, cara mukul, teknik, tapi juga bagaimana mereka secara mindset, secara karakter mereka punya spirit berjuang,” tegas Nidya.
Ia berharap atlet muda Kaltim dapat memiliki acuan dari tim-tim terbaik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan bertanding, tetapi juga membangun mental dan karakter atlet untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
[RWT]
Related Posts
- Dugaan Malpraktik di RSUD AWS, Kuasa Hukum Sebut Ada Kawat Medis Tertinggal di Jantung
- Jadi Tuan Rumah MTQ Kaltim 2026, Kukar Bidik Kembali Gelar Juara Umum
- PPPK Kukar Ditempatkan Jauh dari Domisili, Komisi I DPRD Bakal Mengadu ke Jakarta
- HuMa Indonesia Gelar KTT Hukum Rakyat 2026, Dorong Pengakuan Hukum Adat di Daerah
- Karhutla Meluas di Enam Provinsi, IDAI Minta Orang Tua Waspadai Kasus ISPA Anak









