Nusantara

Otorita IKN dan BNPB Gelar Water Bombing untuk Padamkan Karhutla di Nusantara

Kaltim Today
05 September 2026 20:40
Otorita IKN dan BNPB Gelar Water Bombing untuk Padamkan Karhutla di Nusantara
Helikopter Caracal H225M TNI AU melakukan pemadaman karhutla melalui water bombing di kawasan IKN, Sabtu (5/9/2026).

NUSANTARA, Kaltimtoday.co - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, BMKG, dan mitra terkait bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah delineasi IKN.

Penanganan dilakukan secara terukur melalui operasi pemboman air (water bombing) dari udara yang dikombinasikan dengan pemantauan serta pemadaman di darat. Hasil pemantauan pascaoperasi menunjukkan titik api dan sebaran asap kini telah berkurang.

Operasi water bombing digelar pada Sabtu (5/9/2026) dalam dua sortie menggunakan helikopter Caracal H225M yang lepas landas dari Lanud TNI AU Dhomber, Balikpapan. Langkah ini menyasar sejumlah titik rawan, seperti kawasan Bukit Tengkorak, Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47, Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) KM 49–53, dan Wonotirto.

Pada sortie pertama, penanganan difokuskan di kawasan Bukit Tengkorak. Sementara pada sortie kedua, pemadaman dilakukan di Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47 sebanyak lima kali, Tol Balsam KM 49–53 sebanyak empat kali, dan kawasan Wonotirto sebanyak satu kali. Total sebanyak 10 kali penumpahan air dilakukan sepanjang operasi.

Penentuan sasaran penanganan didasarkan pada pembaruan data koordinat yang dikirimkan oleh tim darat. Adapun pasokan air untuk operasi water bombing diambil dari beberapa sumber di sekitar lokasi, di antaranya Danau Merdeka dan kolam bekas galian tambang.

Sebelum operasi pemadaman, TNI Angkatan Udara telah melakukan patroli pemantauan udara pada Jumat (4/9/2026). Hasil pemantauan awal tersebut menjadi acuan penting dalam menetapkan titik-titik krusial yang harus disiram.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan pentingnya respons cepat untuk mencegah kebakaran meluas.

"Prinsipnya, jangan sampai kondisi berkembang lebih luas. Lebih awal ditangani, lebih baik. Karena itu, kita lakukan langkah preventif melalui water bombing. Setelah operasi, hasil pemantauan menunjukkan kondisi sudah membaik dan api serta asap berkurang. Kami juga terus melakukan pengecekan bersama BMKG melalui pemantauan satelit," kata Danis Hidayat Sumadilaga.

Danis menambahkan bahwa kecepatan penanganan menjadi hal yang sangat krusial di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering. Pemantauan dan tindakan penanggulangan akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan dengan memadukan data lapangan, pemantauan udara, dan analisis BMKG.

Dalam kesempatan yang sama, Pilot Helikopter Caracal H225M TNI AU, Kapten Penerbang Arief Rahmanto, mengapresiasi solidnya koordinasi antara petugas darat dan tim udara.

"Kerja sama ini sangat memuaskan. Tim dari darat terus memberikan pembaruan titik koordinat sehingga kami yang berada di udara dapat melakukan pemadaman sesuai dengan titik yang ditentukan," ujar Arief Rahmanto.

Otorita IKN bersama unsur terkait memastikan akan terus memperkuat kesiapsiagaan dan pengawasan terhadap potensi karhutla di wilayah IKN. Penanganan diprioritaskan pada deteksi dini, kecepatan respons, dan ketepatan sasaran.

[TOS]



Berita Lainnya