Kaltim

Perangi Narkoba, Safuad Minta Remaja Jangan Salah Bergaul

Kaltimtoday.co, Samarinda – Kaltim menduduki ranking lima peredaran narkoba tertinggi di Indonesia pada 2018. Ranking ini turun dari sebelumnya menduduki ranking tiga.

Meski trennya mengalami penurunan, Anggota DPRD Kaltim Safuad, tetap mengajak warga untuk terus meningkatkan upaya memerangi narkoba. Utamanya dilakukan di daerah tempat tinggalnya masing-masing.

Apalagi, menurut dia, peringkat lima dari 34 provinsi se-Indonesia itu masih tergolong tinggi. Harus ada upaya yang lebih serius lagi.

Baca juga:  Supaya Rajin Bayar Iuran, BPJS Kesehatan Perlu Apresiasi Warga

“Peraturan tentang narkoba semakin tegas dan ketat serta mengatur tentang hukuman baik pecandu maupun pengedarnya, akan tetapi peredaran barang haram tersebut sepertinya belum mengalami penurunan secara signifikan,” ungkapnya.

Berdasarkan fakta itu, menurut Safuad, peredaran narkoba jangan sampai dimaknai hanya menjadi tanggungjawab aparat. Tapi juga tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat. Semua punya tanggungjawab untuk menyelematkan masa depan bangsa yang lebih baik. Jauh dari narkoba dan barang terlarang lainnya.

Namun, Politisi PDIP ini mengaku tetap mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan pemerintah serta semua pihak yang telah bersama-sama bertekad memerangi narkoba.

Baca juga:  Ibu Kota Negara Pindah, Ketua DPRD Kaltim: Jangan Sampai Hanya Jadi Penonton

“Butuh komitmen kuat memerangi narkoba. Sudah banyak korbannya dan jangan sampai terus bertambah,” tutur Safuad.

Untuk itu, dirinya berharap, semua instansi dan elemen masyarakat di daerah untuk bersatu padu, gotong royong, saling membantu, untuk memerangi narkoba dan peredarannya. Warga jangan ragu melapor jika mendapati pihak-pihak yang diduga mendistribusikan narkoba atau sekadar memakai.

“Anak-anak juga perlu selalu diingatkan jangan salah bergaul, karena peredaran narkoba itu akibat pergaulan bebas yang salah langkah,” tutupnya.

[TOS | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close