Daerah

Perkuat Penanganan Karhutla, Bupati Kukar Libatkan Badan Usaha Tiap Kecamatan

Supri Yadha — Kaltim Today 01 September 2026 15:50
Perkuat Penanganan Karhutla, Bupati Kukar Libatkan Badan Usaha Tiap Kecamatan
Suasana Rakor penanganan Karhutla dan dampak kekeringan di Diskominfo Kukar.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) kedua penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta dampak kekeringan di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (1/9/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dihadiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim terpadu.

Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan mengonsolidasikan pemetaan pemangku kepentingan (stakeholders) dan pemenuhan kebutuhan logistik para personel pemadam maupun sukarelawan di garda depan.

Saat itu, mengemuka kebutuhan yang mendesak adalah terkait permakanan dan logistik Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Itu sudah bisa kami tangani. Alhamdulillah, dengan intervensi kita terkait permakanan dan logistik BBM, kita bisa menyelesaikan atau memadamkan api dengan cepat di Kutai Kartanegara,” kata Aulia.

Saat ini, lanjut Aulia, sudah punya pola penanganan karhutla yakni ketika muncul api tidak perlu besar bisa langsung dipadamkan.

Untuk mengoptimalkan langkah-langkah tersebut, pentingnya peran swasta untuk terlibat secara aktif dalam proses penanganan karhutla. 

“Oleh karenanya, hari ini kami mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh pihak swasta yang ada di Kukar yang sudah kami kluster per kecamatan,” ujarnya.

Contohnya, kata Aulia, di Kecamatan Sangasanga ada badan usaha apa saja, resource atau sumber daya untuk penanganan api, punya mobil tangki berapa dan ketersediaan logistiknya berapa. 

Hal ini yang perlu di elaborasi dan kolaborasikan sehingga ketika terjadi titik api di suatu tempat, maka tim tanggap cepat itu bisa langsung bergerak.

“Tadi kami koordinasikan, disambut baik oleh seluruh badan usaha,” tuturnya.

Langkah berikutnya, lanjut Aulia, akan menginstruksikan kepada forum komunikasi pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk mengadakan rapat koordinasi di tingkat kecamatan.

“Rapat itu mengundang stakeholder yang ada di kecamatan, sehingga bisa mereka menentukan langkah-langkah seperti apa ketika munculnya titik api,” sambungnya.

Lebih lanjut, Aulia berharap proses pencegahan tetap bisa dilaksanakan melalui patroli di titik-titik strategis yang memungkinkan terjadinya api.

“Kami harap bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga kita bisa mencegah titik api tidak muncul selama proses kemarauan ini,” tandasnya.

[RWT]



Berita Lainnya