Kutim

Perpanjangan PPKM Level Empat di Kutim, Basti Minta Penyekatan Tak Tebang Pilih

Kaltimtoday.co, Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Basti Sangga Langi angkat suara ihwal diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Menurutnya, kebijakan tersebut akan memperbaiki kondisi suatu daerah dalam menangani Pandemi Covid-19.

“Jelas keputusan perpanjangan PPKM Level 4 ini kami dukung, apalagi dengan adanya penyekatan di sejumlah titik-titik jalan itu tak masalah yang penting hal ini benar-benar dilakukan dengan tegas. Jangan sampai ada yang dilarang ada juga yang masih bisa lewat, intinya jangan ada pilih-pilih,” kata dia kepada Kaltimtoday.co, Senin (26/7/2021).

Baca juga:  Derita Rahmat, Lumpuh Selama 17 Tahun dan Ditinggal Orangtua Kandung Sejak Bayi

Basti meminta pemerintah memastikan langkah dan kebijakan yang diambil terkait pandemi memang memberikan solusi nyata.

Di sisi lain, pemerintah juga diminta untuk memastikan agar rakyat yang sakit memiliki akses perawatan di rumah sakit.

Salah satu bentuk solusinya adalah dengan memperbanyak rumah sakit darurat.

Baca juga:  PPKM Mikro Kutim Diberlakukan, Basti Harap Tempat Ibadah Tetap Dibuka

“Pastikan rakyat yang sakit bisa mendapat perawatan di rumah sakit. Perbanyak rumah sakit darurat, bila rumah sakit yang ada tidak lagi mampu menampung. Pastikan obat-obatan dan oksigen tersedia, termasuk untuk yang menjalani isolasi mandiri,” tuturnya.

Politikus PAN itu mengatakan, kebijakan PPKM Level 4 adalah momentum krusial bagi pemerintah untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa segala upaya konstruktif terus dilakukan demi mengatasi pandemi.

Baca juga:  Pemkot Bontang Sosialisasikan Tatanan New Normal Bagi Pengelola Kafe

Dalam hal ini, Basti meminta pemerintah memberikan pemahaman lebih baik ke masyarakat, terutama soal pembatasan mobilitas dan aktivitas.

“Berikan pemahaman yang lebih baik ke masyarakat bahwa pembatasan mobilitas dan aktivitas yang harus dilakukan saat ini memang harus dilakukan. Jawab juga kesabaran warga menjalaninya dengan hasil nyata pengendalian dan penanganan pandemi,” ujar dia.

Lebih lanjut, Basti menyoroti beragam fakta dan pemberitaan terkait kasus Covid-19 yang masih melonjak.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Pemkab PPU Uji Coba WFO Mulai 10-23 Maret 2021

Salah satu fakta yang disorotinya adalah terkait masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar wabah Covid-19.

Untuk itu, Basti meminta pemerintah pusat dan daerah memberikan solusi yang sama besarnya pada masyarakat yang isolasi mandiri.

“Pastikan mereka yang menjalani isoman juga mendapatkan akses dan layanan untuk berobat dengan mudah dan cepat, di kondisi yang masuk kategori tidak perlu ke rumah sakit sekalipun,” ujar Basti.

Baca juga:  Ceceran Batu Bara Cemari Pantai Kenyamukan, Yordhen: Bukan Milik KPC

“Jangan sampai, kondisi mereka yang menjalani isoman mengalami pemburukan dan berisiko kematian juga karena kesulitan mendapatkan obat dan pasokan nutrisi untuk tambahan imunitas yang diperlukan,” kata dia.

Sebagai solusi, Basti melihat bahwa refocusing anggaran seharusnya bisa diarahkan untuk membantu masyarakat yang menjalani isolasi mandiri.

Inisiatif-inisiatif yang dilakukan terkait refocusing anggaran pemerintah pusat dan daerah pun semestinya dipastikan tidak sekadar prosedural, tetapi benar-benar substansif dan solutif.

Baca juga:  Kejari Kutim Musnahkan Barang Bukti dari 86 Perkara

“Kalau anggaran ada, diselesaikan bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Jadikan program bersama, yang melibatkan juga masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dengan anggaran dari APBD sekalipun,” kata Basti.

Dengan diperpanjangnya PPKM Level 4, dia juga meminta pemerintah bergerak cepat dalam pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Ini harus menjadi perhatian juga, perpanjangan ini akan sangat berdampak kepada saudara-saudara kita seperti UMKM maupun pedagang kaki lima, untuk itu pemerintah agar cepat menyalurkan bantuan,” tutupnya.

[El | NON | ADV DPRD KUTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close