Daerah
Pesta Adat Erau Kukar 2026 Usung Tema Raja Manunggal Bersama Rakyat
TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Festival Budaya Adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali digelar pada 20–27 September 2026. Tahun ini, perhelatan budaya tersebut mengangkat tema "Raja Manunggal Bersama Rakyat" atau "Raja Menjamu Rakyatnya", yang menekankan hubungan erat antara Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan masyarakat.
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, tema tersebut dipilih untuk menggambarkan esensi utama Erau. Dalam tradisi tersebut terdapat tiga unsur, yakni pihak yang dieraukan, pihak yang mengeraukan, dan masyarakat yang merayakan Erau.
Sosok yang dieraukan merupakan tokoh, raja, atau sultan. Kerabat menjadi pihak yang mengeraukan, sedangkan seluruh rakyat dan masyarakat menjadi bagian yang merayakan dengan sukacita.
"Temanya Raja Manunggal bersama rakyatnya atau Raja menjamu rakyatnya. Tema ini selaras bahwasanya Erau tadi kan ada yang dieraukan, kemudian ada yang mengeraukan, kemudian ada yang erau," kata Heriansyah, Sabtu (22/8/2026).
Erau menjadi ruang pertemuan antara raja atau sultan dengan rakyatnya. Dalam konteks kekinian, tradisi tersebut menjadi momentum perjumpaan Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan masyarakat Kukar.
Makna di Balik Prosesi Beluluh Sultan
Erau sendiri memiliki makna eroh riang gembira. Karena itu, menurut Heriansyah, nilai-nilai yang terkandung dalam rangkaian tradisi Erau perlu terus dikenalkan dan ditanamkan kepada generasi muda. Dalam setiap prosesi terdapat nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk nilai kepemimpinan, adat, dan budaya.
Salah satunya tercermin dalam prosesi ritual Beluluh Sultan yang mengawali rangkaian kegiatan Erau. Beluluh memiliki makna meluluhkan energi negatif sekaligus membangkitkan energi positif.
"Misalnya, contoh yang pertama, bagaimana diawali sultan itu beluluh. Beluluh itu meluluhkan energi yang negatif, membangkitkan energi positif. Bagaimana sultan itu memimpin dalam kesehariannya bahwa itu terkait dengan menjaga budaya dan adat, itu mempunyai energi yang positif," ungkap Heri.
Menurutnya, prosesi beluluh juga mengandung harapan agar sultan memiliki energi positif yang lebih baik dalam menjalankan kepemimpinannya.
"Beluluh itu punya makna, supaya sultan itu punya energi positif yang lebih baik," pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Erau 2026, Pemkab Kukar ingin memastikan tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas daerah tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dipahami nilai dan maknanya oleh generasi penerus.
[TOS]
Related Posts
- Irwan Tinjau Progres Pembangunan Rehabilitasi Sekolah di Kutai Kartanegara
- Tinjau Pertanian di Desa Sidomulyo, Irwan Bakal Realisasikan Perbaikan Jalan Usaha Tani
- Desa Mulawarman Kukar Kini Punya Sirkuit Grasstrack Motocross Berstandar Nasional
- Punya Lumbung Pangan, Bupati Kukar Harap Kades Giri Agung Belajar ke Desa Loa Sumber
- Ketua IDI Kukar Sebut Pembangunan IKN Bawa 4 Keuntungan di Bidang Kesehatan









