Nasional

Presiden Prabowo: MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat dari Desa

Kaltim Today
16 Mei 2026 19:29
Presiden Prabowo: MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat dari Desa
Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Kaltimtoday.co - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun ekonomi rakyat dari tingkat desa. Hal tersebut disampaikan saat meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Kepala Negara menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDKMP menjadi fondasi penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Dampak program MBG dinilai bukan hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga menciptakan perputaran ekonomi yang besar di desa-desa melalui dana yang beredar.

"Saudara, nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Presiden memaparkan simulasi perputaran ekonomi di desa melalui program MBG yang diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp 10 miliar per tahun. Perputaran uang tersebut diklaim memberikan dampak langsung terhadap para pelaku usaha kecil di desa, mulai dari petani, peternak, hingga produsen makanan lokal.

Melalui program ini, seluruh hasil produksi masyarakat desa diharapkan dapat terserap di lingkungan mereka sendiri tanpa harus bergantung pada rantai distribusi yang panjang.

"Satu desa Rp 10.800.000.000 beredar di situ. Artinya, yang tanam ikan lele bisa dijual. Yang tanam bawang merah bisa terjual. Yang bikin tempe bisa terbeli. Yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup," ungkap Presiden.

Kombinasi program MBG dan KDKMP dinilai akan menjadi kekuatan baru dalam membangkitkan ekonomi nasional. Menurut Kepala Negara, pendekatan ekonomi berbasis rakyat tersebut menjadi jawaban atas sistem ekonomi yang selama ini dinilai terlalu didominasi pemodal besar.

"MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," tegas Presiden.

Meski demikian, Presiden Prabowo mengakui bahwa pelaksanaan program besar tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Terkait hal itu, ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang menyalahgunakan kewenangan.

"Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan," lanjutnya.

Presiden Prabowo juga mengklaim bahwa program MBG mendapat dukungan besar dari masyarakat kecil berdasarkan aspirasi yang diterimanya langsung selama kunjungan kerja.

"MBG begitu penting untuk bangsa kita. Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, 'Pak, tolong Pak MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya'," tutur Presiden.

Selain memperkuat ekonomi desa melalui koperasi, Presiden turut menyoroti pentingnya akses pembiayaan murah bagi masyarakat kecil. Kepala Negara mengungkapkan bahwa pemerintah telah memerintahkan penurunan bunga kredit program ultra mikro PNM Mekaar agar lebih terjangkau.

"Tadinya bunganya itu 24 persen, 22 saya perintahkan harus turun, di bawah 10 persen," kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa ke depan koperasi desa juga akan diarahkan menjadi pusat layanan keuangan rakyat dengan akses kredit murah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong industrialisasi berbasis desa di seluruh Indonesia.

[TOS]



Berita Lainnya