Bontang

Ratusan Pelajar Kemah Selama 4 Hari di Rudal, Neni: Jadikan Ajang Silaturahmi

Kaltim Today
19 September 2019 21:38
Ratusan Pelajar Kemah Selama 4 Hari di Rudal, Neni: Jadikan Ajang Silaturahmi
TAMPILAN DEFILE: Jumbara PMR dibuka dengan tampilan defile dari masing-masing PMR sekolah. (Humas Pemkot Bontang)

Kaltimtoday.co, Bontang – Sebanyak 445 peserta dari kalangan pelajar mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) VI PMR di Lapangan Den Arhanud Rudal 002 Bontang. Selama empat hari, mereka akan berkemah di lapangan bola Rudal dan melaksanakan beberapa agenda Jumbara.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang hadir dalam acara pembukaan Jumbara VI mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) patut bersyukur karena sudah memasuki usia ke-74. Acara Jumbara VI PMR Bontang ini juga merupakan rangkaian kegiatan perayaan hari ulang tahun PMI.

“Semoga di usia ke-74 ini, para anggota PMI Bontang memiliki semangat baru untuk melanjutkan kiprah dan pengabdiannya di masa yang akan datang,” terang Neni, Kamis (19/9/2019).

Para pelajar yang mengikuti Jumbara PMR Bontang ini, jadikan sebagai momen untuk bersilaturahmi dan menggalang kebersamaan di antara jajaran pengurus, serta relawan PMI, dan para pemangku kepentingan.

“Ini merupakan satu-satunya perhimpunan di Indonesia yang didirikan berdasarkan konferensi jenewa, bahwa kebersamaan merupakan kekuatan dalam menggalang semangat berkarya di bidang kemanusiaan,” bebernya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka acara Jumbara PMR Bontang.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka acara Jumbara PMR Bontang.

PMI, lanjut Neni, menjadi tantangan semua untuk menjalankan peran sebagai pendukung pemerintah di bidang kemanusiaan, dengan tetap berpacu pada prinsip dasar PMI.

“Semoga dapat menguatkan motivasi, dedikasi untuk semua agar mendorong tugas kemanusiaan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Neni meminta agar Bontang zero DBD, dan zero jentik nyamuk. Makanya, setiap satu rumah harus ada satu juru pantau jentik (jumantik). Hal itu dapat membantu Pemkot Bontang mengurangi penderita DBD.

“Nyamuk DBD di Bontang itu jenis virusnya sangat berbahaya, sampai September ini ada tiga korban yang meninggal dunia. Jadi anak-anak harus tahu dimana lokasi perkembang biakan nyamuk,” ungkapnya.

“Nanti kalau pulang ke rumah cek rumahnya apakah di air dispenser, kulkas, bak mandi, gentong air ada jentik nyamuk atau tidak. Ini penting agar saat Jumbara PMR ini ada manfaat yang luar biasa untuk Pemkot Bontang,” pungkasnya.

Jumbara PMR diikuti 24 sekolah dari SD, SMP, hingga SMA se-Kota Bontang.

[RIR | RWT]



Berita Lainnya