Samarinda

Sebagian Lahan Warga RT 05 Bantuas Diklaim PT IPC, Jajaran Komisi I DPRD Samarinda Turun ke Lapangan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Jajaran Komisi I DPRD Samarinda melakukan monitoring ke lapangan untuk mengecek lahan di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, yang saat ini sedang dipersoalkan antara warga RT 05 dengan perusahaan batu bara, PT Internasional Prima Coal (IPC).

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Nursobah menyampaikan, persoalan lahan tersebut disebabkan adanya tumpang tindih kepemilikan lahan di areal tambang batu bara dengan warga RT 05.

Baca juga:  Isran Noor Minta Keterbukaan Informasi Publik Segera Dilaksanakan

“Jadi sebagian areal perusahan PT IPC itu merasa bahwa lahan yang saat ini dijadikan penambangan semuanya sudah dibebaskan,” ujarnya, Sabtu (23/7/2022).

Namun, disebutkan Nursobah, sejumlah warga RT 05 juga merasa keberatan, mengapa sebagian tanah milik mereka yang selama ini tidak pernah dibebaskan oleh PT IPC, tapi kini lahan tersebut digarap juga oleh perusahan batu bara tersebut.

“Sampai saat ini juga warga RT 05 itu belum mengetahui siapa yang membebaskan lahan itu, siapa yang menjual ke PT IPC,” ujarnya.

Sebab, menurut pengakuan warga setempat, lahan mereka yang kini diklaim PT IPC itu tidak pernah dijual atau dibebaskan ke PT IPC.

Baca juga:  Terancam Punah, DLH Kaltim Minta Semua Pihak Terlibat Selamatkan Kelestarian Badak Sumatera di Kaltim

Tapi, diungkapkan Nursobah, PT IPC juga merasa bahwa sebagian lahan di RT 05 itu telah dibebaskan oleh perusahaan mereka.

“Sebab itu kami akan mengundang kedua belah pihak untuk membicarakan persoalan itu agar bisa mencari solusi terbaik sehingga polemik ini dapat diselesaikan,” pungkasnya.

[SDH | RWT | ADV DPRD SMD]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker