Gaya Hidup

Sebanyak 92 Persen Konsumen Tak Tahu Galon Guna Ulang Punya Masa Pakai

Kaltim Today
10 Mei 2026 23:27
Sebanyak 92 Persen Konsumen Tak Tahu Galon Guna Ulang Punya Masa Pakai
ilustrasi

Kaltimtoday.co - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkapkan temuan mengejutkan terkait keamanan pangan nasional. Sebanyak 92 persen konsumen dilaporkan tidak mengetahui bahwa galon guna ulang (ganula) memiliki batas masa pakai yang ideal bagi kesehatan.

Data tersebut dihimpun dari 250 laporan di tujuh kota besar sepanjang Maret hingga April 2026. Temuan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, mengingat tingginya ketergantungan rumah tangga Indonesia terhadap air minum kemasan galon.

Ketua KKI, David Tobing, menyatakan bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya edukasi dari pihak produsen. "Pengetahuan konsumen masih minim karena tidak adanya informasi masa pakai yang tercantum jelas pada kemasan galon," ujar David dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Risiko Galon "Lanjut Usia"

Berdasarkan verifikasi KKI melalui foto laporan warga, mayoritas galon yang beredar di pasaran sudah berusia lebih dari satu tahun. Bahkan, ditemukan galon yang masih digunakan meski sudah diproduksi sejak 11 tahun lalu.

Selain faktor usia, kondisi fisik kemasan juga memprihatinkan. Sebanyak 30 persen galon dilaporkan dalam kondisi kotor atau berlumut, sementara 18 persen lainnya ditemukan dalam keadaan retak atau tergores.

Kondisi galon yang sudah tua dan rusak ini meningkatkan risiko kesehatan yang serius. Galon berbahan polikarbonat mengandung bisfenol A (BPA) yang berpotensi luruh dan bercampur dengan air akibat pencucian kasar atau paparan sinar matahari.

Desakan Regulasi Masa Pakai

Para pakar merekomendasikan masa pakai galon maksimal hanya satu tahun atau 40 kali penggunaan. Hal ini bertujuan untuk mencegah paparan zat kimia yang berkaitan dengan risiko penyakit seperti obesitas dan diabetes tipe 2.

David Tobing juga menyoroti aspek ketidakadilan dalam perdagangan. Menurutnya, konsumen sering kali membayar harga yang sama untuk kualitas galon yang berbeda, baik itu galon baru maupun galon yang sudah kusam dan berumur belasan tahun.

Negara diharapkan segera turun tangan untuk menutup celah aturan ini. Penting bagi publik untuk memahami survei kki 92 persen konsumen tak tahu galon guna ulang ada masa pakai sebagai dasar edukasi mandiri dalam memilih kemasan air minum. 

Tanggung Jawab Produsen

KKI mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi tegas mengenai batas kedaluwarsa fisik galon guna ulang. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi hak kesehatan masyarakat luas di atas kepentingan keuntungan produsen semata.

"Pelaku usaha harus bertanggung jawab terhadap kemasan yang mereka edarkan. Jangan biarkan galon yang sudah tua dan tidak layak tetap berputar di masyarakat tanpa kontrol," tegas David.

Berdasarkan data BPS, sekitar 34 persen rumah tangga di Indonesia mengandalkan air galon sebagai sumber air minum utama. Tanpa regulasi yang ketat, kekosongan aturan masa pakai ini akan terus menjadi ancaman kesehatan jangka panjang bagi jutaan jiwa.

Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlhkerinci.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda. 



Berita Lainnya