Samarinda

SMPN 36 Samarinda Kenalkan Program STC dan Sekolah Penggerak kepada Siswa

Kaltimtoday.co, Samarinda – Meskipun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2021/2022 dilaksanakan secara daring. Kondisi tersebut tidaklah menyurutkan antusias siswa siswi SMPN 36 Samarinda semasa mengikuti agenda pengenalan sekolah.

Pada gelaran kegiatan MPLS yang diadakan sejak 13-15 Juli 2021 lalu, SMPN 36 Samarinda memperkenalkan program Sekolah Tangguh Covid-19 (STC) dan Sekolah Penggerak kepada siswa.

Baca juga:  Jelang Belajar Tatap Muka di Samarinda, Disdik Ajukan 3 Opsi Model Pembelajaran ke Andi Harun

Kepala SMPN 36 Samarinda, Tuti Susandra Dewi mengatakan, melalui pengenalan program STC, siswa diharapkan dapat memahami alur berjalannya pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19.

“Salah satunya, kebetulan yang saya kenalkan untuk menghadapi tatap muka. Kami diberi keleluasaan dan diprioritaskan untuk tatap muka karena sekolah kita dipilih Sekolah Tangguh Covid-19 tahap dua,” ujar Tuti dalam penyampaiannya, Rabu (21/7/2021).

Selain program STC, SMPN 36 Samarinda juga mengenalkan tentang program Sekolah Penggerak beserta program-program pendukung lain, contohnya dari bidang kurikulum dan kesiswaan.

“Ditambah sesuai dengan program yang lain seperti Waka Kurikulum dan Waka Kesiswaan yang mengenalkan program-program sekolah kurikulum dan mengenalkan kegiatan-kegiatan kesiswaan,” urainya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Asli Nuryadin menerangkan jika program sekolah penggerak akan mengarah dalam nilai penguatan karakter anak.

Sehingga siswa nantinya akan disebut sebagai pelajar Pancasila, yakni dengan mengadopsi nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila.

“Meliputi iman dan taqwa, gotong royong, seperti itu kearifan dan kebudayaan lokal para pendiri bangsa dulu yang akan diangkat kembali,” terangnya.

Baca juga:  Persiapan STC, Disdik Samarinda Gelar Monitoring dan Evaluasi

Untuk mendukung semua itu, Asli mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini karena pemerintah pusat sudah sangat luar biasa mempersiapkan program sekolah penggerak.

“Pelaksanaannya setelah ditentukan, nanti akan didampingi oleh konsultan dari pusat yang akan mendampingi tenaga ahli untuk melaksanakan di sekolah,” pungkas Asli.

[REF | RWT | ADV DISDIK SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close