Bontang

Soal Anak Tenggelam, Faisal Minta Proyek Masjid Terapung Utamakan Safety

Kaltim Today
06 September 2019 13:52
Soal Anak Tenggelam, Faisal Minta Proyek Masjid Terapung Utamakan Safety
Lokasi tenggelamnya anak berusia 7 tahun di proyek pembangunan Masjid Terapung.

Kaltimtoday.co, Bontang - Peristiwa tenggelamnya seorang anak berusia 7 tahun di lokasi pembangunan Masjid Terapung, Selambai, Loktuan, pada Selasa (3/9/2019) mendapat tanggapan dari anggota dewan. Politisi Partai Nasdem, Faisal yang juga tinggal di wilayah Selambai sangat menyayangkan adanya kejadian yang diakibatkan kelalaian pekerja.

“Sangat disayangkan, ketika proyek besar senilai Rp 33 miliar, bisa ada kejadian anak tewas tenggelam?” kata Faisal.

Menurutnya, kontraktor pemenang melakukan kelalaian, mengingat nilainya yang besar, seharusnya safety-nya juga bagus. Namun, Faisal yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian melihat pekerjaan Masjid Terapung jauh dari kata tertib. Mulai dari keamanan pekerja, lokasi, hingga alat kerja.

“Di awal saya melihat pekerja proyek tersebut tidak pakai pelampung, tidak pakai topi, tidak pakai kaos tangan. Padahal mereka kerja di laut. Itu saya lihat kemarin-kemarin, tidak tahu saat ini apa sudah menggunakan alat pelindung diri,” ujarnya.

Soal area kerja pun, Faisal sangat menyayangkan lokasi proyek yang terbuka dan tanpa pelang pekerjaan proyek.

“Sangat lalai menurut saya,” imbuhnya.

Alibi saat peristiwa anak tenggelam terjadi, karena para pekerja sedang istirahat. Namun, kata Faisal, tak ada alasan untuk kelalaian. Seharusnya istirahat bergantian, jangan biarkan proyek dalam kondisi kosong.

Pemasangan CCTV, lanjut Faisal, dianggap penting. Apalagi, proyek tersebut juga berpapasan dengan lalu lalang para nelayan. Sehingga para nelayan dan aktivitas proyek bisa terpantau.

“Saya belum bertemu dengan pihak kontraktor lagi, baru komunikasi lewat telepon saja,” imbuhnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Bontang Periode 2014-2019 itupun meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang lebih ketat dalam mengawasi kontraktor. Mulai dari situasi dan safety kerja kontraktor. Sementara kontraktor pemenang, meski di laut, tetap harus melengkapi alat pelindung diri (APD).

Terpisah, Kadis PUPRK Bontang Tavip Nugroho mengusulkan, agar kontraktor memasang CCTV di area pembangunan Masjid Terapung. Hal itu sudah dilakukan di proyek lanjutan Pasar Rawa Indah, sehingga diharapkan bisa diterapkan juga di proyek lainnya.

“Kami minta pasang CCTV supaya terpantau segala aktivitas proyek,” kata Tavip.

[RIR | RWT | ADV]



Berita Lainnya