Nasional

Sulitnya Akses Vaksin, Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan 1,5 Juta Dosis Vaksin Pentavalen ke Nigeria

Diah Putri — Kaltim Today 30 Mei 2023 10:32
Sulitnya Akses Vaksin, Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan 1,5 Juta Dosis Vaksin Pentavalen ke Nigeria
Ilustrasi Vaksin. (Sumber: Unsplash)

Kaltimtoday.co - Pemerintah Indonesia berencana akan mengirimkan bantuan vaksin untuk penduduk Nigeria. Bantuan diberikan melalui Indonesia AID atau Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional (LDKPI) yang bekerjasama dengan PT Bio Farma.


Sebanyak 1,5 juta dosis vaksin pentavalen setara dengan Rp30,3 miliar yang akan dikirim dalam dua tahap.


Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, saat mengantarkan pengiriman vaksin sebanyak 730.000 dosis tersebut di KPU Bea dan Cukai Soekarno Hatta, pada Minggu (28/5/2023).

Turut hadir Direktur Utama LDKPI, Tormarbulang Lumbantobing, Duta Besar Nigeria Usman Ari Ogah, dan jajaran Eselon I Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri dan sejumlah kementerian/lembaga terkait.

“Pengiriman vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma adalah wujud nyata dari pelaksanaan tugas UU APBN 2022, yaitu memberikan subsidi kepada pemerintah asing atau organisasi asing yang harus membawa manfaat ekonomi bagi Indonesia sendiri dan sejalan dengan amanat Presiden untuk melanjutkan dan memperkuat diplomasi ekonomi," kata Menkeu seperti dikutip Senin (29/5/2023), dilansir dari Suara.com

Bantuan ini merupakan bentuk komitmen dan peran aktif Pemerintah Indonesia dalam mencapai pemerataan kesehatan global. Selain itu, Nigeria merupakan mitra dagang terbesar kedua Indonesia di Afrika.

Nigeria termasuk kedalam negara terdapat di Benua Afrika yang kesulitan akses dalam mendapatkan vaksin. Diketahui tingkat vaksinasi wajib di negara ini masih di bawah rata-rata.

Vaksin Pentavalen merupakan vaksin kombinasi DTP-HB-Hib yang berfungsi mencegah 5 penyakit berbeda sekaligus, yaitu, Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophilus Influenzae tipe B (Hib). 

Sri Mulyani sangat mengapresiasi peran LDKPI sebagai salah satu alat terpenting bagi diplomasi Indonesia dan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara yang aktif, berpartisipasi aktif dalam memelihara perdamaian dunia dan ketertiban dunia yang berlandaskan perdamaian abadi, kemerdekaan, serta keadilan sosial.

Bantuan berupa produk vaksin dari PT Bio Farma ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya LDKPI untuk mendorong perluasan pasar produk medis dalam negeri dan membantu PT Bio Farma mendirikan pusat di kawasan Afrika.

Selain itu, melalui kegiatan ini mampu mempererat hubungan dan kerja sama bilateral, mendorong perekonomian nasional melalui sektor perdagangan, membuka peluang pasar dan investasi di Nigeria.



Berita Lainnya