Daerah

Sungai Mahakam Terintrusi Air Laut, Pasokan Air 7.500 Pelanggan PDAM Kukar Terganggu

Supri Yadha — Kaltim Today 28 Agustus 2026 19:39
Sungai Mahakam Terintrusi Air Laut, Pasokan Air 7.500 Pelanggan PDAM Kukar Terganggu
Dirut PDAM Tirta Mahakam, Suparno.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Musim kemarau berkepanjangan memicu fenomena intrusi air laut ke aliran Sungai Mahakam. Lonjakan kadar klorida air baku yang menembus angka 3.600 memaksa Perumda Tirta Mahakam menghentikan sementara operasional instalasi pengolahan air di Kecamatan Anggana dan Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar).

Penghentian pasokan air bersih tersebut berdampak langsung kepada sekitar 7.500 pelanggan, dengan rincian 3.800 pelanggan berada di Anggana dan 3.700 pelanggan di wilayah Sanga-Sanga.

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengungkapkan bahwa kadar keasinan air baku saat ini telah melampaui batas toleransi operasional instalasi yang ditetapkan maksimal 250.

“Salah satu kendala kita kenapa PDAM di dua kecamatan itu kita hentikan karena kadar kloridanya sudah melampaui ambang batas 250. Itu kan ambang batas kita untuk bisa dilakukan operasi, kemarin sampai 3.600,” ujar Suparno, Jumat (28/8/2026).

Suparno menegaskan langkah penghentian distribusi diambil demi menjaga standar kesehatan konsumen sekaligus melindungi perangkat teknis, seperti pompa injeksi, dari risiko kerusakan dan korosi akibat paparan air asin.

“Penghentian ini tidak ada unsur kesengajaan, tetapi semata-mata harus menjaga kualitas air yang nantinya dipergunakan masyarakat pelanggan. Kami khawatirkan juga akan memengaruhi peralatan yang kita miliki, seperti pompa injeksi,” tuturnya.

Untuk sementara waktu, air yang masih mengalir terbatas hanya dapat difungsikan untuk kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan dilarang untuk dikonsumsi secara langsung.

Sebagai langkah mitigasi darurat, Perumda Tirta Mahakam berkolaborasi dengan Perumda Air Minum Tirta Kencana Samarinda untuk mendatangkan pasokan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Loa Janan. Air tersebut didistribusikan ke kantong-kantong permukiman warga menggunakan armada mobil tangki.

“PDAM tentunya tidak berdiam diri. Kami berupaya mengambil air dari Loa Janan bersama PDAM Samarinda untuk menyuplai kebutuhan masyarakat via mobil tangki, serta mempersilakan warga mengambil langsung di instalasi kami di Anggana,” imbuh Suparno.

Selain Anggana dan Sanga-Sanga, ancaman intrusi air laut turut diwaspadai di wilayah pesisir Kukar lainnya, seperti Muara Jawa, Samboja, dan Muara Badak. Pihak PDAM mengimbau seluruh masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih serta menampung pasokan secara mandiri selama masa kemarau berlangsung. 

[RWT] 



Berita Lainnya