Kutim

Tak Kunjung Dibayar, IDI Pertanyakan Insentif Nakes di Kutim

Kaltimtoday.co, Sangatta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempertanyakan insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menunggak.

Ketua IDI Kutim, dr. Agung Wiratmoko, SpOG melontarkan pertanyaan tersebut pada kegiatan audiensi dengan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Baca juga:  Usai Disterilkan, Ruang Seruni RSUD Taman Husada Bontang Aman Dihuni Pasien

Audiensi ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr Bahrani Hasanal yang mendampingi di ruang Arau, Kantor Sekretariat Pemkab Kutim, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (19/5/2021).

“Terkait insentif nakes yang melayani pasien Covid-19 yang belum terbayar sampai sekarang,” ujar dr. Agung Wiratmoko.

Berdasarkan laporannya, insentif nakes belum terbayar sejak Agustus–Desember 2020.

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinkes Kutim, dr Bahrani Hasanal membenarkan adanya insentif yang belum sepenuhnya tersalur kepada nakes.

Dia mengatakan, ada beberapa kendala administrasi yang menyebabkan terhambatnya pencairan insentif.

“Sebelumnya itu, dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) diverifikasi, terus diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk diverifikasi lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Faizal Minta Pemerintah Perbarui Peta Kepariwisataaan di Kutim

Selanjutnya, hasil rekapitulasi di Dinkes diserahkan ke BPKAD Kutim dan langsung dicairkan ke rekening nakes.

Kendati sejak September 2020, terjadi perubahan mekanisme dalam pencairan insentif yang sebelumnya menggunakan sistem offline, lalu menjadi online.

Perubahan mekanisme tersebut merujuk Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/2539/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian.

Baca juga:  2000 Masker Dibagikan Tim Gabungan dalam Serbuan Teritorial Penangan Covid-19

“Mekanisme pengajuan insentifnya menggunakan aplikasi verifikasi online yang sudah ditetapkan dari pusat,” tuturnya.

Kendala tersebut yang menyebabkan adanya keterlambatan pencairan insentif bagi nakes yang berada di wilayah yang sulit terjangkau sinyal.

Namun, Bahrani Hasanal memastikan insentif tersebut sedang diproses.

“Semoga insentif para nakes ini bisa segera dibayarkan dalam waktu dekat,” tutupnya.

[El | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker