Olahraga

Tak Masuk Usulan Awal Porprov, 5 Cabor Kaltim Tetap Bertanding dengan Biaya Mandiri

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 08 September 2026 16:50
Tak Masuk Usulan Awal Porprov, 5 Cabor Kaltim Tetap Bertanding dengan Biaya Mandiri
KONI Kaltim bersama dengan perwakilan 5 cabor yang awalnya tak masuk dalam usulan PB Porprov. (Vico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Lima cabang olahraga (cabor) yang tidak masuk dalam usulan awal Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 memastikan tetap ambil bagian dalam ajang olahraga tersebut. Kelima cabor bahkan menyatakan kesediaan menanggung pembiayaan pertandingan secara mandiri.

Kelima cabor itu yakni Korfball Indoor, Ski Air, Barongsai, Petanque, dan Woodball. Keputusan tersebut mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim yang menilai komitmen tersebut menunjukkan besarnya keinginan cabor untuk tetap memberikan ruang bertanding bagi para atletnya.

Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy, mengatakan pihaknya sebelumnya melakukan komunikasi dengan pengurus lima cabor tersebut setelah jumlah cabor yang diusulkan untuk Porprov VIII hanya 59 dari 64 cabor yang diproyeksikan.

Menurutnya, hasil komunikasi tersebut menghasilkan kesepakatan agar lima cabor tetap berpartisipasi melalui skema pembiayaan mandiri.

“Melalui Wakil Ketua I, kami bersurat dan mengajak berunding teman-teman dari lima cabor ini. Alhamdulillah, kawan-kawan berbesar hati dan tetap ingin ikut serta dalam ajang ini dengan biaya mandiri. Kami dari KONI sangat mengapresiasi kebesaran hati mereka,” ujar Anderiy, Selasa (8/9/2026).

Ia menilai keputusan tersebut penting agar atlet dari lima cabor tetap mendapatkan kesempatan berkompetisi dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

Meski pembiayaan mandiri diberlakukan, Anderiy memastikan KONI Kaltim tetap berupaya agar beban cabor tidak sepenuhnya ditanggung pengurus masing-masing.

Pembiayaan mandiri nantinya mencakup kebutuhan venue, penginapan atlet hingga kontingen. Sementara itu, KONI Kaltim tengah memperjuangkan agar honor perangkat pertandingan tetap dapat ditanggung pemerintah daerah.

Anderiy mengatakan, sejak awal perencanaan Porprov, kebutuhan honor perangkat pertandingan telah diperhitungkan untuk 64 cabor. Karena itu, pihaknya berharap lima cabor yang bertanding secara mandiri tetap mendapatkan dukungan untuk kebutuhan tersebut.

“Sejak awal perencanaan memang untuk 64 cabor, di mana honor perangkat pertandingan sudah masuk dalam skema. Tadi kami sampaikan ke Pak Rasman, kami ingin dari 59 cabor yang diakomodasi ditambah 5 cabor mandiri ini, honor perangkat pertandingannya bisa ditanggung semua,” jelasnya.

KONI Kaltim telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading. Menurut Anderiy, Dispora masih akan mengkaji ketersediaan anggaran untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Persoalan lain yang perlu disiapkan adalah lokasi pertandingan. Tidak seluruh cabor dapat digelar di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah utama Porprov VIII karena sejumlah cabang membutuhkan fasilitas khusus.

Salah satunya Ski Air yang disebut Anderiy tidak memungkinkan dipertandingkan di Paser. Karena itu, venue alternatif di Balikpapan maupun daerah lain akan dipertimbangkan berdasarkan kesiapan fasilitas.

“Seperti cabor Ski Air, itu sudah pasti tidak bisa dilaksanakan di Paser. Oleh karena itu, untuk lokasi seperti di Balikpapan atau daerah lain, nanti kami bersama kawan-kawan pengurus akan menentukan titik venue yang benar-benar sudah siap,” katanya.

KONI Kaltim pun menghadirkan perwakilan lima cabor tersebut dalam koordinasi bersama sebagai bentuk penegasan komitmen untuk tetap berpartisipasi dalam Porprov VIII Kaltim 2026.

[RWT] 



Berita Lainnya