Daerah

Terumbu Karang Pulau Gusung PPU Dipulihkan, Konservasi Laut Terus Didorong

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 07 Juli 2026 12:33
Terumbu Karang Pulau Gusung PPU Dipulihkan, Konservasi Laut Terus Didorong
Suasana kegiatan konservasi terumbu karang di Pulau Gusung yang melibatkan peserta dan volunteer dari berbagai daerah. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Penajam - Upaya menjaga dan memulihkan ekosistem laut di Pulau Gusung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terus dilakukan. Aksi penanaman terumbu karang yang digelar pada Sabtu, (4/7/2026) lalu itu melibatkan masyarakat pesisir, komunitas, volunteer, serta sejumlah unsur pemerintah dan instansi terkait.

Kegiatan konservasi tersebut digelar oleh Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Nusa Bahari, organisasi yang lahir dari nelayan dan masyarakat pesisir PPU. Organisasi itu bergerak dalam konservasi terumbu karang, monitoring ekosistem laut, serta edukasi lingkungan pesisir, khususnya di Pulau Gusung dan perairan sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, KOMPAK Nusa Bahari turut berkolaborasi dengan Komunitas Pemuda Bara Sepaku yang ikut mendukung dan terlibat dalam kegiatan penanaman terumbu karang. 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan berbagai elemen dalam menjaga ekosistem laut Pulau Gusung sekaligus mendorong gerakan konservasi yang dilakukan secara bersama-sama.

Sekitar 60 orang, termasuk volunteer, terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari PPU, Balikpapan, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab PPU Nicko Herlambang. Jajaran TNI Angkatan Laut dari Balikpapan dan Penajam juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Volunteer menunjukkan media transplantasi terumbu karang dalam kegiatan konservasi di Pulau Gusung, PPU. (Istimewa)

Pelaksanaan konservasi mendapat dukungan langsung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur. Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah PPU dan Dinas Perhubungan PPU turut mendukung sarana keselamatan berupa life jacket bagi peserta.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan, kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pihak dari sejumlah daerah untuk bersama-sama terlibat dalam konservasi di Pulau Gusung.

"Hari ini kita bersama rekan-rekan semua di Pulo Gusung, yang ada di PPU. Dari beberapa teman-teman yang ada di sini berkumpul ada dari Balikpapan, IKN, Bandung dan PPU sendiri," kata Waris.

Ia berharap, kegiatan konservasi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata bahari di PPU.

"Semoga dengan adanya kegiatan konservasi ini, wisata bahari yang di Pulau Busung kita bisa tingkatkan dan animo masyarakat khususnya yang ada luar PPU akan bisa datang menikmati pemandangan yang luar biasa yang ada di Pulau Gusung," ujarnya.

Pulau Gusung berada di kawasan PPU ini  masuk dalam wilayah pencadangan konservasi laut. Di sisi lain, kawasan tersebut juga berkembang sebagai salah satu tujuan wisata bahari di PPU.

Ketua KOMPAK Nusa Bahari Hasanuddin Hamzah mengatakan, penanaman terumbu karang merupakan bagian dari upaya masyarakat pesisir untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut Pulau Gusung.

"KOMPAK Nusa Bahari lahir dari masyarakat pesisir dan nelayan yang sehari-hari hidup berdampingan dengan laut. Kami merasa punya tanggung jawab untuk ikut menjaga Pulau Gusung, bukan hanya menikmati apa yang ada hari ini, tetapi juga memikirkan bagaimana kondisi laut ini ke depan," kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, kegiatan konservasi tidak dapat berhenti hanya pada penanaman terumbu karang. Fragmen karang yang telah ditanam tetap membutuhkan monitoring dan pemantauan secara berkala.

"Penanaman hari ini bukan berarti pekerjaan selesai. Justru setelah ini ada tanggung jawab untuk melakukan monitoring dan melihat bagaimana perkembangan karang yang sudah ditanam. Kami ingin gerakan konservasi ini dilakukan secara konsisten," jelasnya.

Ia menilai, keterlibatan masyarakat dan volunteer menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap kelestarian laut.

"Kami tentu bersyukur karena banyak pihak yang hadir dan ikut terlibat. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa wisata bahari juga harus dibarengi dengan upaya menjaga ekosistemnya," tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Bara Sepaku, Hamdi mengatakan, penanaman terumbu karang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi ekosistem laut sekaligus mendukung perkembangan wisata bahari di PPU.

"Hari ini kita berkegiatan terkait penanaman terumbu karang di Pulau Gusung, PPU. Harapannya, karangnya bisa berguna untuk ekosistem laut terutama untuk kemajuan pariwisata bahari yang ada di PPU juga. Tentunya kita juga disupport oleh Pemda PPU," kata Hamdi.

Aksi konservasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kolaborasi antara masyarakat pesisir, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak dinilai perlu terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut Pulau Gusung.

Upaya konservasi juga menjadi bagian penting agar perkembangan wisata bahari di kawasan PPU tidak berjalan dengan mengabaikan kelestarian lingkungan laut.

[RWT] 



Berita Lainnya