Daerah

Agus Haris Desak Perusahaan Kucurkan CSR Bantu Warga Pulau Gusung

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 13 Juni 2023 15:54
Agus Haris Desak Perusahaan Kucurkan CSR Bantu Warga Pulau Gusung
Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mendesak perusahaan bantu warga Pulau Gusung. (Fitri Wahyuningsih/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Bontang - Warga di Pulau Gusung terus menagih janji Pemkot Bontang untuk memperhatikan nasib mereka. Warga Gusung bahkan mengatakan, dalam tiga tahun terakhir tidak ada perubahan berarti dilakukan pemerintah terhadap pulau berpenduduk 300-an jiwa itu.

Ketua RT 03 Pulau Gusung, Jumadi mengatakan, sudah bertahun-tahun kebutuhan mendasar warga di pulau itu tidak terpenuhi. Seperti air bersih dan listrik. 

Pada 2014 lalu, Pemkot Bontang di bawah kepemimpinan Adi Darma pernah membangun PLTS. Namun seiring waktu, PLTS tersebut rusak dan tak bisa difungsikan sama sekali. Kini warga hanya mengandalkan generator set (genset) untuk mengaliri listrik ke rumah.

Sementara tempat penyulingan air laut ke air tawar Seawater Reverse Osmois (SWRO) yang diresmikan mantan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni 2019 lalu pun tak bertahan lama. Tak sampai setahun alat penyulingan berfungsi, dan ujungnya warga tetap harus membelah lautan untuk mencari air bersih. 

"Kurang sekali perhatian. Kami seperti dianaktirikan di sini," kata Jumadi ketika ditemui Kaltimtoday.co di kediamannya beberapa waktu lalu.

Ketua RT 03 Pulau Gusung, Jumadi menunjukkan sejumlah titik di pulau yang rusak akibat abrasi. (Fitri Wahyuningsih/Kaltimtoday.co)

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengatakan, dalam mendukung pembangunan di Pulau Gusung, pemkot menghadapi benturan regulasi, sebab penanganan di pulau menjadi kewenangan provinsi.

Kendati demikian, kata Agus Haris, itu tak menjadi alasan Pemkot diam saja membiarkan warganya. Pemerintah mesti bijak dalam kondisi ini karena terkait dengan hajat hidup warga Bontang yang tinggal di pulau itu.

"Warga kita yang bermukim di atas lautan sana (Pulau Gusung) mempunyai hak yang sana dengan warga yang ada di darat," tegas Agus Haris ketika ditemui di kantornya belum lama ini. 

Politikus Gerindra itu membenarkan bila kehidupan warga di Pulau Gusung dan sejumlah kawasan pesisir lainnya cukup memprihatinkan. Dia bahkan menyebut pelayanan warga di daratan dan di pesisir --terutama di Pulau-- bak bumi dan langit alias sangat jomplang. Di darat pelayanan prima, di pulau dan pesisir mengenaskan. Bahkan kebutuhan mendasar warga pun tak terpenuhi.

"Makanya ini dibutuhkan kebijakan yang betul-betul serius. Bukan cuma pemerintah tapi juga DPRD," bebernya.

Dia menyebutkan, DPRD telah berupaya agar warga di pulau, bukan hanya di Pulau Gusung, mendapat perhatian. Dalam setiap rapat bersama tim anggaran pemerintah, mereka selalu mengingatkan pesisir perlu diperhatikan. Bahkan sejumlah anggota dewan, termasuk Agus Haris, menyalurkan pokok aspirasinya untuk warga Pulau Gusung. Namun belakangan tak bisa tersalur karena terbentur regulasi. 

"Kami minta pemerintah koordinasi ke Bappeda Kaltim, tolong kami (DPRD) diberi ruang untuk melayani warga. Tapi masih tidak bisa karena regulasi itu, hapus saja kelautan dalam Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan itu. Karena kita tidak bisa layani warga," urainya.

Untuk menangani persoalan di Pulau Gusung dan pesisir, Agus Haris mendorong pemkot membuat Memorandum of Understanding (MoU) bersama Gubernur Kaltim. Setelah MoU terbit, dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKS). 

"Kami sudah mendorong itu. Sekarang bolanya ada di pemerintah," tegasnya.

Dorong Perusahaan Bantu Melalui CSR

Selain mendorong Pemkot membuat MoU dengan Pemrov Kaltim, Agus Haris berharap perusahaan sekitar juga peka dengan kondisi di Pulai Gusung. 

Dia mengatakan, perusahaan secara moral memiliki tanggung jawab membantu warga Pulau Gusung. Pasalnya areal operasi perusahaan dengan pulau berdekatan. Bahkan secara geografis sangat dekat. Aktivitas warga ketika melaut pun ikut terganggu karena tempat mereka mencari ikan merupakan jalur pelayaran kapal-kapal yang menuju atau keluar pelabuhan perusahaan.

"Apalagi sekarang begitu banyak rencana industri perusahaan seperti soda ash dan lain sebagainya, tentu ini bisa sangat menggangu mata pencarian warga," kata Agus Haris. 

Polikus Gerindra ini bilang, sudah selaiknya perusahaan memberikan kompensasi kepada warga terdampak akibat peningkatan aktivitas mereka. Kompensasi ini bisa berupa bantuan pemberian air bersih secara rutin dari perusahaan ke Pulau Gusung, atau mengucurkan CSR khusus guna mendorong pertumbuhan di pulau itu. 

"Di kawasan lain bisa dibantu. Harusnya Pulau Gusung yang berdekatan seperti itu mendapat perhatian lebih," tandasnya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya