Nasional

Tradisi Menyambut Ramadan di Indonesia, Ini 10 Ritual Unik dari Berbagai Daerah

Network — Kaltim Today 27 Februari 2025 14:09
Tradisi Menyambut Ramadan di Indonesia, Ini 10 Ritual Unik dari Berbagai Daerah
Ilustrasi. (Istimewa)

Kaltimtoday.co - Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut momen istimewa ini dengan berbagai tradisi. Di Indonesia, setiap daerah memiliki cara unik dalam merayakan datangnya Ramadhan, mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ramadhan, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, memiliki banyak keistimewaan. Selain sebagai waktu berpuasa, bulan ini juga menjadi momen turunnya Al-Qur'an, terjadinya malam Lailatul Qadar, serta saat di mana doa-doa dikabulkan. Oleh karena itu, umat Islam di Indonesia menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita melalui berbagai tradisi khas daerah mereka.

Berikut adalah 10 tradisi unik yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Ramadhan:

1. Nyorog (Jakarta)

Masyarakat Betawi memiliki tradisi Nyorog, yaitu mengantarkan bingkisan makanan kepada keluarga, terutama orang tua dan mertua. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Makanan khas yang sering dibawa antara lain kerak telor dan dodol Betawi.

2. Munggahan (Jawa Barat)

Munggahan merupakan tradisi berkumpul bersama keluarga sebelum memasuki bulan Ramadhan. Biasanya, masyarakat mengadakan acara makan bersama dengan berbagai hidangan khas. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur serta momen untuk mempererat hubungan keluarga dan sahabat.

3. Padusan (Yogyakarta dan Jawa Tengah)

Padusan adalah tradisi mandi besar yang dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan sebagai simbol penyucian diri, baik secara fisik maupun spiritual. Masyarakat biasanya mandi di sumber mata air atau sungai yang dianggap suci, sebagai bentuk persiapan menyambut bulan penuh berkah.

4. Meugang (Aceh)

Di Aceh, masyarakat menyambut Ramadhan dengan tradisi Meugang, yaitu memasak daging sapi atau kambing yang kemudian disantap bersama keluarga dan tetangga. Tradisi ini melambangkan rasa syukur atas rezeki yang diberikan dan mempererat kebersamaan dalam masyarakat.

5. Marpangir (Sumatra Utara)

Marpangir adalah tradisi mandi dengan air yang dicampur dedaunan dan rempah-rempah. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan. Selain bernilai spiritual, tradisi ini juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

6. Malamang (Sumatera Barat)

Malamang merupakan tradisi memasak lemang, yaitu ketan yang dimasak dalam bambu, sebagai simbol kebersamaan. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara gotong royong oleh warga, sehingga mempererat hubungan sosial antar masyarakat.

7. Mattunu Solong (Sulawesi Barat)

Tradisi Mattunu Solong dilakukan dengan menyalakan pelita tradisional yang terbuat dari kemiri dan kapuk, lalu ditempatkan di sekitar rumah. Tradisi ini dipercaya membawa keberkahan dan menjadi simbol penerangan menuju bulan suci Ramadhan.

8. Megibung (Bali)

Di Bali, umat Muslim memiliki tradisi Megibung, yaitu makan bersama dalam satu wadah besar. Tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan dan kesederhanaan dalam menyambut bulan puasa, serta mempererat hubungan sosial dalam komunitas.

9. Dugderan (Jawa Tengah)

Dugderan merupakan festival rakyat yang menampilkan karnaval dan tabuhan beduk secara berulang sebagai penanda datangnya bulan Ramadhan. Tradisi ini menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus simbol kegembiraan dalam menyambut bulan suci.

10. Pawai Obor

Pawai obor merupakan salah satu tradisi yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat akan berjalan bersama sambil membawa obor dan melantunkan shalawat, sebagai bentuk suka cita menyambut datangnya Ramadhan.

[RWT]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp



Berita Lainnya