Opini

Tuhan Juga Harus Kita Rayu

Kaltim Today
02 Desember 2023 14:12
Tuhan Juga Harus Kita Rayu

Oleh: Muh Zakhi Hidayatulloh 

Judul buku: Seni Merayu Tuhan  

Penulis: Habib Jafar Husien Al-hadar 

Penerbit: Mizan Media Utama 

Tahun terbit: 2022 

Tempat terbit: Bandung 

Cetakan: Cetakan ke-5 

Jumlah halaman: 228  

ISBN: 978-602-441-255-5 


Karenanya amal baik saja tidak cukup. Ia perlu dihias menjadi “amal yang  indah”. Sebab, “Allah Maha Indah dan menyukai keindahan”, begitu sabda  Nabi Muhammad sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim dan sahabat  Abdullah bin mas’ud. Dekati Dia dengan rayuan yang begitu romantis. Sebab,  amal kita kita bukanlah alat tukar untuk tiket masuk surga, melainkan hanya  rahmat-Nya yang menjadi tiket masuk surga. Sehingga tak ada jalan lain dari  amal itu, kecuali dilakukan dengan indah dengan seni merayu agar Tuhan  merasakan getaran cinta kita atas-Nya dalam amal itu hingga Dia mau memberi  rahmat-Nya kepada kita. Oleh karena itu, kita butuh seni merayu tuhan. 

Begitulah pesan yang dapat diambil dari prakata Habib Husein Jafar Al Haidar yang tertuang dalam Buku Seni Merayu Tuhan. Ternyata tidak hanya  pasangan atau pacar yang harus dirayu dengan kata-kata manis, begitu pula  dengan Tuhan. Apakah rayuan kita kepada pasangan lebih manis daripada  rayuan kita terhadap Penciptanya? Waduh, tidak bahayakah? 

Habib Jafar, begitu orang sering memanggilnya. Beliau merupakan  penulis serta pendakwah yang berasal dari Madura yang mempunyai darah  keturunan dari Rasulullah SAW. Beliau merupakan lulusan Pondok Pesantren  Bangil Jawa Timur dan juga Sarjana Filsafat Islam dan Magister Tafsir Quran  dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau dalam berdakwah selalu  menggunakan logika filsafat dipadukan dengan humor-humor yang menarik 

sehingga dakwahnya dapat diterima dengan baik terkhususnya bagi kalangan  muda. Cara berpakaiannya yang kekinian merupakan bentuk kerendahan hatinya  agar yang didakwahi merasa nyaman berada disandingnya. Beliau juga aktif  dalam media sosial seperti Youtube, Instagram, Twitter, dan Tiktok. Beliau sering  berkolaborasi dengan Youtuber seperti Coki Pardede dan Tretan Muslim dan para  tokoh agama Islam maupun selain Islam. 

Buku Seni Merayu Tuhan ini seolah-olah menampar manusia pada masa  kini. Manusia yang masih terlalu memikirkan duniawi. Betapa sombongnya  manusia dalam berdoa, sehingga seolah-olah dalam berdoa kita mendikte Tuhan.  Padahal, Dia lebih mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Manusia yang  terlalu percaya diri dengan amal dan ibadah yang mereka kerjakan sampai  beranggapan surga dapat ditukar dengannya. Begitu mudah menyalahkan orang  lain dan merasa dirinya yang paling benar. Untuk mendapatkan rahmat atau kasih  sayang dari Allah perlu adanya seni yang indah dalam amal ibadah. Secara garis  besar buku ini menjelaskan beberapa seni dalam merayu Tuhan yaitu dengan  beragama dengan cinta, beragama dalam keberagaman, beragama dengan akhlak,  dan beragama dengan tulus. 

Beragama dengan cinta itu merayu bukan mendikte. Merayu Tuhan  anggap saja seperti sedang merayu orang yang paling dicintai, sehingga apa yang  diberikan kepada Tuhan adalah sesuatu yang paling bagus dan berkualitas.  Contohnya, dalam beribadah hendaknya menghadirkan Tuhan dalam hati.  Sehingga dalam beribadah tidak hanya secara lahir tapi juga secara batin. Tuhan  akan merasakan cinta hambaNya, jika beribadah dengan cinta. Tuhan pasti akan  membalas cinta hambaNya. Beragama dengan cinta akan membentuk akhlak  yang bagus, sehingga semua orang juga akan merasakan cinta juga. 

Beragama dalam keberagaman itu memberikan solusi bukan  menghakimi. Artinya, di tengah-tengah keberagaman seperti di Indonesia ini sikap  yang harus diambil ialah moderat atau tawasut. Terdapat dua kubu yang  berseberangan, yaitu Islam hijrah dan Islam rasionalis. Sikap harus diambil ialah

berada ditengah-tengahnya dan dapat merangkulnya dengan islam yang  berlandaskan cinta. Jangan merasa yang paling benar dan yang lain adalah salah.  Mengalah untuk menghindari perpecahan karena mengalah itu pada dasarnya  ialah meng-Allah atau mengembalikan semua kepada Allah.  

Beragama dengan akhlak itu mengajak bukan mengejek Maksudnya,  tidak merasa dirinya yang paling benar dan menganggap orang lain salah. Ketika  mendapati seseorang yang salah hendaknya jangan menyalahkannya tetapi  dengan mengarahkannya ke arah yang benar. Seperti halnya, Ketika melewati  jalan yang salah GPS memberikan solusi jalan yang benar. Mengajak dalam  kebaikan menggunakan cara yang benar pula yaitu dengan menunjukan akhlak  yang baik. Berislam adalah menghadirkan kesempurnaan bagi semesta alam  atau rahmatan lil ‘alamin dalam berbagai bidang sehingga islam hadir di dunia  dapat memberikan sesuatu hal yang positif dan memberikan kemajuan. 

Beragama dengan tulus itu ikhlas bukan culas. Ikhlas dalam beribadah  adalah salah satu cara mendapatkan rahmat Allah, dan dengan rahmat itulah yang  akan menjadi kunci masuk surga. Ikhlas dalam beribadah yaitu tidak menyebut nyebutkan ibadah yang telah dilakukan. Kadang kita beribadah tidak ikhlas  karena mengharapkan pujian dari manusia bukan ikhlas tulus untuk Allah.  Lupakan kebaikan yang telah diperbuat dan selalu ingat dosa yang diperbuat.  Allah akan selalu mengampuni dosa-dosa hambanya yang mau bertobat dengan  ikhlas. Jangan menghitung amal yang kita perbuat karena hitungan Allah dengan  hitungan kita itu berbeda. 

Habib Jafar dalam menulis buku ini menggunakan bahasa yang santai dan  santun. Beliau menyelipkan humor-humor dan dengan gambar beliau dalam  menyampaikan pesannya. Pesan yang disampaikan mudah dipahami karena  menggunakan analogi dan dalil yang bersumber dari Al-Quran, hadist, serta dari  para cendikiawan muslim maupun non muslim. Penyampaiannya mudah  dipahami karena jika ada kalimat yang penting ditandai dengan huruf tebal atau 

font yang berbeda. Habib jafar dalam menulis buku ini sangat hati-hati sehingga  tidak menyinggung atau menjelekkan pihak tertentu. 

Bagi orang yang sering menonton atau mendengarkan beliau saat  berdakwah mungkin saat membaca buku ini akan terasa familiar dengan diksi diksi yang dipilih didalam buku ini. Meskipun seperti itu tidak menghilangkan  esensi kebaikan yang beliau sampaikan. Diksi yang familiar menambah  pemahaman yang membekas di otak pendengar dakwah beliau seperti, yoga  bersyariah, crazy rich syar’i, traveling syar’i, dan lain sebagainya. 

Buku ini dapat dibaca untuk segala umur terkhususnya para remaja yang  sedang mencari kebenaran sejati. Kebenaran tentang bagaimana pola bertuhan  dengan baik, kedudukan manusia yang sebenarnya dalam bertuhan, dan cara  menyampaikan kebenaran dengan benar. . Salah satu kata-kata atau pesan yang  membekas di benak saya adalah 

Ibadah bukan tiket barter untuk surga-Nya, melainkan seni merayu  Allah, sehingga Dia menghujani kita dengan rahmat-Nya.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Related Posts


Berita Lainnya