HeadlineNasional

Vaksin Covid-19 Berbayar Resmi Dibatalkan, Jokowi: Banyak Ditentang Masyarakat

Kaltimtoday.co, Jakarta – Setelah banyak ditentang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya resmi membatalkan vaksin Covid-19 untuk individu. Artinya, mekanisme penyaluran vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat dipastikan tetap gratis.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7/2021).

Baca juga:  Hari ke-82, Balikpapan Masih Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Kaltim

Dikatakan Pramono, keputusan itu diambil Jokowi setelah menampung masukan dan respon dari masyarakat.

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut,” kata Pramono.

Dengan dibatalkannya wacana vaksinasi Covid-19 berbayar tersebut, maka seluruh vaksinasi akan tetap menggunakan mekanisme seperti yang telah berjalan saat ini yakni gratis bagi seluruh masyarakat.

“Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya,” imbuhnya.

Baca juga:  Polisi Beberkan Kronologi Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Kutim, Motif Pelaku Masih Diselidiki

Di sisi lain, Vaksinasi Gotong Royong akan tetap berjalan khusus untuk perusahaan. Nantinya perusahaan yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.

“Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkot Balikpapan Dilema Tetapkan Harga Rapid Test Rp 150 Ribu

Sebelumnya, pemerintah berencana menjual vaksin Sinopharm melalui BUMN Kimia Farma. Sedianya vaksin itu akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan untuk program vaksin gotong royong.

Untuk satu dosis dibanderol dengan harga Rp321.660, ditambah biaya layanan Rp117.910, totalnya Rp439.570 per dosis. Jika dua dosis maka totalnya Rp879.140.

Menurut rencana, program itu akan dimulai Senin (12/7/2021), tetapi ditunda karena dinilai membutuhkan sosialisasi lebih lanjut.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close