Politik

Viral di Kalangan Publik! Gibran Dijuluki Nepo Baby oleh Media Asing, Ternyata Ini Artinya

Kaltim Today
28 Desember 2023 08:15
Viral di Kalangan Publik! Gibran Dijuluki Nepo Baby oleh Media Asing, Ternyata Ini Artinya
Potret Gibran Rakabuming Raka. (Berita Satu)

Kaltimtoday.co - Mendekati Pilpres 2024, suasana politik di Indonesia semakin memanas. Terutama setelah ketiga calon presiden secara resmi mengumumkan pasangan calon wakil presiden mereka. Deklarasi cawapres yang paling banyak mengundang perhatian publik ialah saat Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai pasangan Prabowo Subianto

Lantaran usai beredar isu-isu tidak mengenakan, terkait sebab dan alasan Gibran memutuskan untuk maju sebagai cawapres serta mengapa Prabowo memilih Gibran untuk mendampinginya. Seiring dengan majunya putra sulung Presiden Jokowi itu, istilah "nepo baby" kembali mencuat di kalangan publik. 

Media asing terkemuka Aljazeera juga menyebut Gibran sebagai “Nepo Baby” yang sedang berusaha menepis julukan tersebut melalui debat cawapres pada Jumat lalu (22/12). Lantas, sebenarnya apa itu “Nepo Baby” yang saat ini menjadi sorotan publik? Berikut penjelasan terkait istilah yang ramai diperbincangkan ini.

Apa Itu “Nepo Baby” ? 

Disadur dari Suara.com, Nepo Baby adalah kependekan dari "nepotism baby" yang secara harfiah dapat diartikan sebagai bayi nepotisme. Dalam konteks ini, istilah tersebut merujuk pada anak-anak yang mendapatkan keistimewaan atau keuntungan karena memiliki orang tua yang sudah terkenal atau berpengaruh.

Nepotisme sendiri adalah praktik memberikan keuntungan atau kesempatan kepada seseorang bukan karena kemampuannya, melainkan hanya karena identitasnya. Istilah ini umumnya memiliki konotasi negatif karena merujuk pada pemberian keistimewaan yang tidak didasarkan pada kualifikasi seseorang, melainkan pada hubungan keluarga atau hubungan dekat lainnya.

Dengan demikian, "Nepo Baby" secara umum menggambarkan individu yang mencapai kesuksesan dalam karirnya dengan mengikuti jejak orang tua dan mendapatkan pengaruh yang signifikan dari mereka. Istilah ini seringkali digunakan untuk menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang lebih didasarkan pada hubungan keluarga daripada kompetensi atau prestasinya sendiri.

Media Asing Beri Julukan “Nepo Baby” untuk Gibran 

Gibran saat debat cawapres Pemilu 2024
Gibran saat debat cawapres Pemilu 2024. (Al Jazeera)

Dilansir dari Indonesian leader’s son brushes off ‘nepo baby’ tag in feted debate showing | Elections News | Al Jazeera, dalam berita yang dipublikasikan oleh Aljazeera pada Sabtu (23/12) lalu, diungkapkan bahwa pengusungan Gibran sebagai calon wakil presiden mendapat sorotan karena dituduh berkaitan dengan nepotisme dan dinilai kurang pengalaman oleh masyarakat Indonesia. Gibran dianggap sebagai salah satu calon wakil presiden yang paling kontroversial dalam sejarah politik Indonesia.

Alasan Al Jazeera Menjuluki Gibran sebagai “Nepo Baby”

Sejak mengumumkan pencalonannya pada Oktober lalu, Al Jazeera menyebutkan bahwa Gibran menghadapi serangkaian kontroversi, termasuk tuduhan sebagai "nepo baby" dan kelanjutan politik dinasti yang telah lama menjadi isu kontroversial dalam politik Indonesia.

Hanya memiliki pengalaman politik selama dua tahun sebagai Wali Kota Solo di Jawa Tengah, Gibran dituduh mengikuti jejak ayahnya, Presiden Joko Widodo dan dianggap kurang kompeten jika dibandingkan dengan pesaingnya, yakni Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.

Al Jazeera menyebutkan bahwa pencalonan Gibran menjadi mungkin setelah adanya putusan kontroversial Mahkamah Konstitusi pada Oktober lalu, yang melonggarkan persyaratan usia minimum untuk calon presiden dan wakil presiden. Dalam pemberitaannya, Al Jazeera menyoroti kontroversi yang muncul karena Ketua Mahkamah Konstitusi pada saat itu, Anwar Usman, yang juga merupakan saudara ipar dari Presiden Jokowi.

Tanggapan Pengamat Politik dari Negara Lain Tentang Gibran Saat Debat Cawapres

Potret Penampilan Gibran Saat Debat Cawapres
Potret Penampilan Gibran Saat Debat Cawapres. (BeritaSatu)

Al Jazeera mengutip pandangan dari pengamat, yang mengungkapkan bahwa Gibran cenderung menonjolkan gaya daripada substansi.

"Dia tampak lebih terlatih dibandingkan dengan dua kandidat lainnya, yang mungkin dapat membuat kesan positif pada beberapa pemilih," ungkap Ian Wilson, seorang dosen studi politik dan keamanan di Universitas Murdoch di Perth, Australia, kepada Al Jazeera.

Meskipun menurut Wilson, penampilan dan respon Gibran dalam debat calon wakil presiden dianggap memiliki substansi kebijakan, namun terlihat mengandalkan kombinasi slogan dan fakta. Wilson menambahkan bahwa meski Gibran berusaha melepaskan diri dari sebutan "nepo baby," mungkin sulit untuk sepenuhnya menghapus citra keterkaitan dengan keluarganya.

"Gibran menunjukkan bahwa meskipun dia berupaya membranding dirinya sebagai generasi milenial dengan pemikiran segar, dia masih terlihat sebagai anak dari ayahnya (Jokowi), dengan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan khas Jokowi, seperti proyek ibu kota nusantara," ujar Wilson.

[Kontributor : Gilang Satria Pratama | Editor : Diah Putri]


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya