PPU

15 SD di PPU Bakal Dapat Bantuan Laptop dari Kemendikbud-Ristek

Kaltimtoday.co, Penajam – Sebanyak 15 Sekolah Dasar (SD) di Penajam Paser Utara (PPU) akan mendapatkan bantuan laptop dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) pada 2021 ini.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Alimuddin menuturkan, bantuan laptop tersebut bertujuan untuk memenuhi fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Baca juga:  Hadiri Haul Anden Oko, Muliadi Sebut Makam Pahlawan di PPU Perlu Dipugar

15 SD yang mendapatkan bantuan itu tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Penajam, Kecamatan Sepaku, Kecamatan Sepaku, dan Kecamatan Babulu.

“15 SD dapat bantuan itu, satu sekolah 15 laptop, itu supaya sekolah siap untuk melaksanakan assessment kompetensi minimal,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan, bantuan itu sudah dalam proses pengiriman dari Kemendikbud-Ristek.

Baca juga:  Pemkab PPU Raih Penghargaan Terbaik Pertama Pengelolaan JDIH Se-Kaltim

SD yang diberikan bantuan diutamakan sekolah yang masih berakreditasi C.

Diketahui, SD 025 yang pada April lalu dikunjungi oleh menteri Nadiem Makarim menjadi salah satu sekolah yang mendapat bantuan tersebut.

Pihaknya juga menerangkan, fasilitas TIK untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di PPU sudah lengkap. Sekalipun ada kekurangan, ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dapat digunakan untuk pengadaan fasilitas pendidikan.

Baca juga:  Hindari Kerumunan Saat Pandemi Covid-19, Malam Hari Raya di PPU Tanpa Takbiran dan Kembang Api

“TIK di sekolah SMP itu sudah lengkap, mungkin ada yang rusak satu atau dua saja, dan ada dana BOS yang bisa digunakan untuk pendidikan. Termasuk sekolah-sekolah yang belum lengkap (fasilitas TIK) kami arahkan untuk pengadaan itu, karena tidak mungkin menunggu bantuan terus sementara ada anggaran BOS yang bisa digunakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alimuddin berharap bantuan fasilitas TIK untuk sekolah-sekolah di PPU bisa berlanjut pada tahun mendatang. Meski secara prosedur sedikit terkendala pada persyaratan data pokok KRESNA Kemendikbid-Ristek.

“Harapannya tahun depan bisa dapat bantuan lagi, tapi memang ada masalah di kresna, mereka minta kami harus punya laboratorium komputer. Kami siap saja adakan laboratorium TIK sambil pengadaannya,” tutupnya.

[ALF | NON | ADV DISKOMINFO PPU]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close