Uncategorized

50 Sekolah Penggerak di Samarinda Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Kaltimtoday.co, Samarinda – Kurikulum Merdeka memang telah dicanangkan oleh Kemendikbudristek sejak jauh hari. Jadi bagian dari rangkaian program besutan Mendikbudristek, Nadiem Makarim dalam memperkenalkan Merdeka Belajar. Di Samarinda, kurikulum itu juga sudah berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin mengungkapkan bahwa, Merdeka Belajar sudah masuk episode ke-21. Maksudnya, di dalam episode itu juga ada Sekolah Penggerak. Diresmikan lewat Surat Keputusan (SK) Mendikbudristek pada 2021 silam.

Baca juga:  Tanggapi Program Sekolah Penggerak, Rusman Ya'qub: Kuncinya Ada di Tenaga Pendidik

Samarinda sudah memiliki 50 sekolah penggerak. Sekolah penggerak itu yang wajib menjalankan Kurikulum Merdeka. Selain 50 sekolah itu, banyak juga sekolah yang menerapkan kurikulum itu tahun ini,” jelas Asli.

Kurikulum Merdeka hadir untuk menyesuaikan perubahan-perubahan terkait kondisi saat ini. Kendati begitu, kurikulum teranyar ini juga memiliki sejumlah karakteristik. Misalnya saja, pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter siswa lewat profil pelajar Pancasila.

Lalu pembelajaran juga fokus pada materi esensial. Artinya, ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam untuk kompetensi dasar. Dalam hal ini, numerasi dan literasi.

“Ketiga, guru juga jadi lebih fleksibel dalam melakukan pembelajaran sesuai kemampuan siswa dan menyesuaikannya dengan konteks dan muatan lokal,” lanjut Asli.

Dari situ, peserta didik akan menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas masing-masing. Tenaga pendidik alias guru akan memfasilitasi dari sisi kemampuan anak. Tidak begitu banyak mengambil peran.

Baca juga:  MTQ Ke 42 Kukar Resmi Dibuka, Abdul Rasid Berharap Lahirkan Qori dan Qoriah Terbaik

“Pokoknya dibuat sefleksibel mungkin, termasuk jam belajarnya. Keunggulan Kurikulum Merdeka itu lebih sederhana dan mendalam. Fokus ke materi esensial. Belajar jadi tidak terburu-buru,” bebernya lagi.

Guru yang mengajar pun akan menyesuaikan pada capaian dan perkembangan peserta didik. Sekolah juga punya wewenang demi mengembangkan kurikulum itu berdasarkan satuan pendidikan dan peserta didik.

“Kurikulum ini juga lebih interaktif belajarnya lewat kegiatan proyek. Jadi memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik aktif mengeksplorasi isu-isu aktual,” tandasnya.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker