Daerah
AAKBB Kaltim Kecam Kekerasan Aparat, Serukan Penegakan Hukum yang Adil dan Humanis
Kaltimtoday.co, Samarinda - Aliansi Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AAKBB) Kalimantan Timur menyampaikan pernyataan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan terhadap masyarakat sipil, mahasiswa, dan kelompok lainnya dalam menyuarakan pendapat secara damai.
Ketua AAKBB Kaltim Hendra Kusuma, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas maraknya kekerasan yang mencederai prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
Ia menegaskan bahwa tindakan seperti intimidasi, kekerasan fisik, hingga penangkapan sewenang-wenang tidak hanya merusak rasa aman warga negara, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan menakut-nakuti warganya. Kebebasan berekspresi adalah hak konstitusional yang tidak boleh dikekang dengan cara-cara kekerasan,” ujar Hendra.
AAKBB Kaltim menyerukan kepada seluruh elemen, baik aparat maupun masyarakat sipil, untuk menahan diri dan mengedepankan pendekatan damai dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Hendra menambahkan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada rasa aman dan penghargaan terhadap hak-hak dasar warganya. Oleh karena itu, AAKBB Kaltim menekankan pentingnya profesionalisme dan pendekatan humanis oleh aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya, serta mengajak masyarakat untuk terus berjuang secara damai dan bermartabat.
“Bangsa ini hanya akan tumbuh jika setiap warga negara merasa aman, dihargai, dan dilindungi dalam menyampaikan pendapatnya,” tutup Hendra.
Pernyataan sikap dari AAKBB Kaltim dirangkum dalam beberapa poin, di antaranya :
1. Menahan diri dari provokasi, kekerasan, dan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
2. Menegakkan hukum secara adil dan proporsional, tanpa diskriminasi maupun kekerasan berlebihan.
3. Menjaga ketenangan dan kondusifitas, terutama di tengah momentum sosial-politik yang sensitif.
4. Mengutamakan dialog dan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik.
[RWT]
Related Posts
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Modus Dalami Ilmu Agama, Pimpinan Ponpes di Tenggarong Seberang Diduga Cabuli 11 Santriwati Sejak 2021-2024
- Jangan Patah Semangat! Ini 5 Jalur Mandiri PTN Favorit yang Masih Buka Pendaftaran Juni 2026
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung









