Daerah

Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Polisi Periksa 8 Saksi

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 08 Januari 2026 17:30
Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Polisi Periksa 8 Saksi
Jembatan Mahulu. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Insiden tongkang yang menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kasatpolairud Polresta Samarinda, Kompol Rachmad Ari Bowo, mengatakan hingga kini penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik lantaran Jembatan Mahulu telah mengalami insiden tabrakan sebanyak dua kali dalam kurun waktu kurang dari 30 hari. 

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keamanan dan keselamatan infrastruktur jembatan.
Kepolisian masih mendalami dugaan penyebab insiden yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) dini hari tersebut.
“Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi,” ujar Ari, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, sejauh ini penyidik telah meminta keterangan dari delapan orang saksi. Para saksi tersebut terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK) serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian dan melihat langsung peristiwa tabrakan.
“Masih dalam proses penyelidikan dan melengkapi alat bukti,” jelasnya.

Hingga kini, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan tongkang menabrak pilar Jembatan Mahulu.

Sebelumnya diwartakan keselamatan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda menjadi perhatian setelah dua unit tongkang bermuatan batu bara menghantam kaki jembatan pada Minggu (4/1/2025) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Insiden tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut laporan awal diterima dari warga yang melihat langsung kejadian di lokasi.

Dua tongkang yang terlibat masing-masing Roby 311 yang ditarik Tugboat Bloro 7, serta Danny 95 yang ditarik Tugboat Raja Laksana 166. Kedua ponton diketahui tengah mengangkut muatan batu bara saat insiden terjadi.

Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami kronologi penyebab tabrakan, termasuk kemungkinan kelalaian dalam pelayaran. Unit Polairud Polresta Samarinda telah melakukan pemeriksaan awal terhadap awak kapal.

[RWT] 



Berita Lainnya