Daerah
Alasan Disdikbud Kaltim Belum Libatkan Konveksi Lokal untuk Produksi Seragam Gratis SMA/SMK
Kaltimtoday.co, Samarinda - Program seragam gratis dari pemerintah provinsi Kaltim telah didistribusikan ke sejumlah sekolah jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2025. Pengadaan program tersebut menggunakan sistem lelang, dan seragam diproduksi melalui konveksi luar daerah.
Total sebanyak 63.718 paket seragam telah disalurkan kepada siswa baru SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Anggaran seragam gratis 2025 Kalimantan Timur adalah sekitar Rp 65 Miliar.
"Dalam pelaksanaannya, pemenang lelang tahun ini memang menggunakan konveksi dari luar daerah. Namun ke depan, insya Allah kami akan berupaya mencari bahan yang bagus sekaligus melibatkan pihak-pihak lokal," tutur Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Rahmat Ramadan.
Salah satu alasan mengapa tahun 2025 belum bisa melibatkan konveksi lokal untuk pengadaan seragam gratis lantaran waktu yang terbatas. Terlebih, jumlah produksi untuk program seragam ini juga cukup banyak. Sehingga, produksi seragam gratis melibatkan konveksi dari Pulau Jawa.
Di tahun 2026, Disdikbud Kaltim tetap mengupayakan kembali pengadaan seragam gratis bagi pelajar SMA/SMK sederajat. Targetnya kurang lebih sama, yakni sebanyak 63.000 set seragam gratis beserta perlengkapan lainnya.
"Kurang lebih masih di angka 63.000 siswa. Angka ini sebenarnya sudah kami sesuaikan, meskipun tetap ada kemungkinan penambahan," tambahnya pada Sabtu (17/1/2026).
Rahmat menyadari bahwa pengadaan seragam gratis di 2025 cukup terlambat. Mengingat, pendistribusian dilakukan di akhir tahun, sedangkan siswa baru sudah masuk sekolah di pertengahan tahun.
"Tahun lalu itu masih masa transisi, dan kondisi keuangan juga belum siap. Begitu anggaran tersedia, baru bisa langsung berjalan. Mudah-mudahan tahun ini penyalurannya tidak sampai akhir tahun," pungkasnya.
Kendati begitu, selain penambahan jumlah produksi, Disdikbud Kaltim juga mengupayakan agar seragam gratis tidak hanya putih abu-abu saja, melainkan seragam set lainnya.
"Sangat memungkinkan. Namun tentu kami melihat kondisi keuangan daerah terlebih dahulu. Saat ini keuangan masih terbatas, jadi kami fokuskan pada seragam utama dulu. Jika ke depan kondisi keuangan membaik, insya Allah bisa ditambah untuk seragam pramuka atau jenis seragam lainnya," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- PLN Gelar Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat Aplikasi PLN Mobile
- Fase Pemulihan Banjir, IKEA Salurkan Bantuan untuk 364 Keluarga di Aceh Tamiang
- Anggaran Terbatas, Kuota Perjalanan Religi Gratis Marbot Kaltim Anjlok dari 870 Jadi 14 Orang
- Dugaan Anak Anggota DPRD Lolos Jalur Afirmasi, Disdikbud Kaltim Minta SMAN 1 Samarinda Verifikasi Ulang









