Bontang

Andi Faiz Sebut Bontang Silent Kurang Efektif, Minta Diselaraskan dengan PPKM

Kaltim Today
09 Februari 2021 08:01
Andi Faiz Sebut Bontang Silent Kurang Efektif, Minta Diselaraskan dengan PPKM
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan.

Kaltimtoday.co, Bontang - Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai pelaksanaan Bontang Silent perdana pada Sabtu-Minggu 6-7 Februari kemarin kurang efektif. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai terburu-buru, kendati sebagai perwujudan dari Instruksi Gubernur Kaltim nomor 1 tahun 2021.

"Kalau dilihat efektif tidaknya, ya saya lihat kurang efektif, karena ini sangat terburu-buru tanpa ada sosialisasi," terang Andi Faiz sapaan karibnya, Senin (8/2/2021).

Politisi Partai Golkar itu menyebut, Bontang Silent yang digelar juga malah justru menimbulkan kerumunan baru. Dimana, masyarakat menjadi panic buying dengan membeli kebutuhan makan untuk persiapan selama dua hari.

"Jumat terjadi kerumunan di sejumlah pasar, mulai Pasar Tanjung Limau hingga Pasar Rawa Indah, bahkan keramaian terjadi sampai tengah malam," ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Andi Faiz pun menyayangkan kebijakan pemerintah yang tak ada toleransi terhadap pelaku UMKM di Bontang. Karena mereka dianggap tak bisa membuka usahanya di akhir pekan.

"Sektor UMKM seperti disusahkan akibat pelaksanaan Bontang Silent," ungkap Ketua DPD II Golkar Bontang.

Faiz menyarankan, pemberlakuan Kaltim Steril di Bontang diselaraskan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga para pelaku usaha masih bisa tetap membuka usahanya di akhir pekan.

"Batasi saja jam operasional nya, untuk cafe dan rumah makan, angkringan serta lainnya hanya sampai pukul 19.00 Wita, sedangkan pasar boleh buka sampai pukul 10.00 Wita saja," pungkasnya.

[RIR | NON]

 


Related Posts


Berita Lainnya