Internasional
Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, 384 Wisatawan Dilaporkan Hilang
Kaltimtoday.co - Penyebab bencana banjir bandang dahsyat di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet yang menelan banyak korban jiwa mulai terkuak. Berdasarkan investigasi awal, aktivitas gempa bumi diduga kuat memicu longsoran salju dan batuan es gletser yang membendung aliran sungai sebelum akhirnya jebol menerjang kawasan hilir.
Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menyampaikan laporan dugaan awal tersebut dalam sidang parlemen Nepal. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban di sepanjang jalur aliran banjir.
Bencana hidrometeorologi ini turut memukul sektor pariwisata setempat. Data asosiasi agen perjalanan mencatat sebanyak 384 wisatawan dinyatakan hilang dan belum diketahui keberadaannya.
Dari total korban hilang tersebut, sebanyak 291 orang merupakan warga negara asing (WNA) asal India, Amerika Serikat, Inggris Raya, hingga Malaysia, sedangkan 93 lainnya adalah turis domestik asal Nepal.
Ancaman Berulang Luapan Danau Glasial
Wilayah perbatasan pegunungan ini tercatat pernah mengalami bencana serupa sekitar setahun lalu, ketika danau glasial di kawasan Tibet meluap akibat anomali kenaikan suhu, menewaskan sembilan orang, serta menghancurkan jembatan penghubung strategis Nepal-Tiongkok.
Spesialis Pengurangan Risiko Bencana dari Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terpadu (ICIMOD), Saswata Sanyal, mengungkapkan Sungai Lhende Khola telah mengalami dua kali luapan besar dalam kurun 14 bulan terakhir.
Menurut Sanyal, banjir bandang terbaru ini dipicu runtuhan batu es gletser di sisi wilayah Nepal yang sempat menyumbat badan sungai, sebelum melontarkan gelombang air bah secara mendadak ke kawasan pemukiman di bawahnya.
Pemanasan Kawasan Himalaya Picu Cuaca Ekstrem
Kawasan bentang Pegunungan Himalaya kian rentan terhadap bencana tanah longsor, hujan ekstrem, dan banjir bandang akibat laju pemanasan global yang berlangsung lebih cepat dibandingkan rata-rata wilayah lain di dunia.
Kombinasi pencairan gletser es yang masif dan intensitas hujan monsun memperbesar risiko bencana tahunan di wilayah pegunungan lintas negara tersebut.
Otoritas setempat menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini (early warning system) di sepanjang lembah Himalaya, sembari terus berupaya melacak keberadaan 384 wisatawan yang terisolasi di lokasi bencana.
[RWT]
Related Posts
- Kerusuhan Nepal 2025, Pemerintah Indonesia Evakuasi 18 WNI
- Tak Meninggal, Istri Mantan Perdana Menteri Nepal Masih Dirawat Intensif
- Kerusuhan Nepal 2025: 30 Orang Tewas, 13.500 Napi Kabur dari Penjara
- Demo Berdarah di Nepal, Istri Mantan Perdana Menteri Tewas Dibakar Hidup-Hidup di Rumahnya
- Revolusi Gen Z Guncang Nepal, Parlemen Diduduki Massa, Hotel di Kathmandu Dibakar









